Wali Kota Berharap Kelulusan Kota Malang Lebih Baik

Moch Anton

Moch Anton

Kota Malang, Bhirawa
Wali Kota Malang H. Moch Anton, berharap peringkat kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA, SMK, dan MA di Kota Malang, lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pernyataan tersebut disampaikan Wali kota usai melakukan peninjauan  pada hari pertama UN di Kota Malang, Senin (14/4) kemarin.
“Kita berharap peringkat kelulusan semakin baik, sehingga pridekat sebagai Kota Pendidikan benar-benar layak di sandang oleh Kota Malang,” terang Wali Kota yang kerap disapa Abah Anton ini.
Jika dilihat dari pelaksanaan awal, pihaknya yakin perbaikan peringkat itu bakal terjadi, ini berdasarkan hasil try out, yang telah dilakukan sebelum pelaksanaan UN. “Hasil try outnya bagus, semoga hasil UN-nya juga bagus, kita berharap peringkat pendidikan yang sebelumnya berada di urutan empat terbawah kini bisa naik, tidak malah anjlok,” terang Abah Anton.
Sementara terkait dengan pelaksanaan Unas secara umum, pihaknya menyatakan telah berjalan lancar dan tidak menemui kendala apapun. Abah Anton melakukan pemantauan hari pertama Unas di SMAN 4 Malang dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Malang. “Saya lihat semua persiapan bagus, pelaksanaannya juga berjalan lancar,” imbuhnya.
Mengenai kemungkinan adanya bocoran soal maupun kunci jawaban Unas, Moch. Anton memastikan Kota Malang masih aman.
Hal serupa diungkapkan oleh Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Tri Yudiani. Menurutnya, berdasarkan pemantauan di lapangan, tidak ada kendala berarti yang dialami sekolah maupun siswa dalam melaksanakan Ujian Nasional. “Pemantauan kami di lapangan, hari pertama lancar tidak ada kendala. Pemantauan akan terus kami lakukan sampai UN berakhir,” tandas anggota Fraksi PDI Perjuangan yang kembali terpilih pada pemilu 9 April lalu itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Hj. Zubaidah, menyatakan Unas hari pertama telah diselesaikan tanpa ada kendala yang berarti.
Hanya saja, dari rekap data yang dia terima ada beberapa siswa yang tidak ikut Unas lantaran sakit. Disebutkan mantan Kepala Dinas Sosial Pemkot Malang, itu ada seorang siswa SMK 8 dan Seorang siswa SMK 1 yang jatuh sakit sehingga dia tidak bisa ikut ujian.
“Karena sakit data kami ada dua siswa yang tidak ikut ujian,  mereka nanti akan mengikuti ujian susulan pada hari Senin tanggal 21 April mendatang,” terangnya. [mut]