Wali Kota Blitar Dialog Pembauran Kebangsaan di Perpusnas Bung Karno

Wali Kota Blitar, Drs. H Santoso, MPd saat memberikan sambutan pembukaan pada Dialog Pembauran Kebangsaan di Perpustakaan Nasional Bung Karno, Rabu (22/7) kemarin. [Hartono/Bhirawa]

Kota Blitar Kediri, Bhirawa.
Dalam rangka menguatkan Nilai-Nilai Kebangsaan di Kota Blitar, Wali Kota Blitar, Drs. H Santoso, MPd gelar Dialog Pembauran Kebangsaan di Perpustakaan Nasional Bung Karno, Rabu (22/7) kemarin. Wali Kota Blitar, Drs. H Santoso, MPd mengatakan pada kegiatan Dialog Pembaruan Kebangsaan yang dilaksanakan bersama UPT Perpustakaan Bung Karno, Forum Pembangunan Kebangsaan (FPK) Kota Blitar, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Bakesbangpol dan PBD) Kota Blitar dilaksanakan untuk meningkatkan nilai-nilai kebangsaan melalui gotong royong. “Juga untuk menguatkan agar semua masyarakat memiliki solidaritas antar sesama Bangsa Indonesia,” kata Wali Kota Santoso.

Lanjut Santoso, dalam masa Pandemi Virus Corona (Covid-19) ini juga sangat diperlukan adanya nilai-nilai kebangsaan melalui gotong royong untuk melawan Covid-19, dengan cara saling mengingatkan dan menguatkan kebersamaan untuk menjaga dan menaati protokol kesehatan. “Dengan rasa persatuan sesama bangsa dalam melawan Covid-19, ini adalah salah satu kebersamaan kita dalam beragam Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan,” jelasnya.

Selain itu dikatakan Wali Kota Santoso, pada dialog yang terdiri dari Etnis Arab, Tionghua, Suku Jawa, Batak, Sunda, Bali, Padang, Madura, Papua, dan Sulawesi dengan tema “Dinamika Pembangunan Kebangsaan Kemarin, Hari Ini, dan Esok” juga diharapkan semakin mengokohkan etnis-etnis dan suku di Kota Blitar maupun daerah lain. “Utamanya menjalin kebersamaan dan kerukunan masyarakat di Kota Blitar yang saat ini sudah sangat baik,” ujarnya.

Bahkan dikatakan Wali Kota Santoso, pihaknya sangat mengapresiasi yang sangat tinggi kepada semua pihak, pasalnya di tengah Bangsa ini menghadapi Pandemi Covid-19 juga masih bisa menyelenggarakan agenda Dialog Pembauran Kebangsaan. “Justru di tengah perbedaan itu mampu menjalin kebersamaan yang akhirnya menjadikan suatu kekuatan,” terangnya.

Bahkan dikatakan Santoso saat ini banyak ujian yang harus dihadapi negara ini, sehingga pihaknya juga berharap masyarakat harus bisa menangkap fenomenanya agar tidak dirong-rong negara lain. Apalagi Negara Indonesia terdiri dari berbagai etnis dan suku, namun masih mampu menangkal segala macam hambatan, tantangan dan ancaman terhadap eksistensi NKRI. “Oleh karena itu ajaran Bung Karno menjadi modal membangun sinergitas kebersamaan, dan Pancasila adalah menjadi dasar negara yang sudah tidak bisa diotak atik dan harga mati,” paparnya.

Sementara perlu diketahui dalam Dialog Pembauran Kebangsaan, selain Wali Kota Santoso, juga ada dua narasumber lainnya, diantaranya seorang Pustakawan, Budi Kustowo yang mengisi materi Literasi Kebangsaan dan Sosiolog, Rangga Bisma Aditya dengan materi Konstektualisasi Pembauran Kebangsaan Dalan Situasi Normal Baru.[htn,adv]

Tags: