Wali Kota Hadi Gowes Bareng Ulama dan Umaroh

Wali kota Hadi mancal bareng Ulamak dan Umaroh di hari santri nasiona.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Semarak Peringatan HSN 2020 Kota Probolinggo
Probolinggo, Bhirawa
Semarak peringatan hari Santri Nasional (HSN) di kota Probolinggo dengan serangkaian lomba-lomba islami dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Kota Probolinggo Tahun 2020, terus berlangsung. Lomba Grand Final Seni Pencak Silat Santri HSN Tahun 2020 Kota Probolinggo, Kamis (15/10) sore, di ruang Puri Manggala Bhakti. Minggu (18/10) Gowes (mancal bareng kiai dan Wali kota).

“Pemerintah Kota Probolinggo mendukung penuh digelarnya Lomba Pencak Silat yang digelar dalam rangka HSN Tahun 2020. Adalah suatu kebanggaan pastinya, karena pencak silat merupakan budaya asli Indonesia yang harus dirawat, dijaga dan dilestarikan,” ujar Wali kota Hadi Zainal Abidin.

Wali kota Hadi menjelaskan, pencak silat adalah salah satu jenis olahraga yang didalamnya terdapat nilai-nilai toleransi, kesetiakawanan, dan jiwa seorang ksatria yang memiliki rasa tanggung jawab tak hanya kepada sesamanya, melainkan juga terhadap Tuhannya.

Ia menambahkan, seni pencak silat tak hanya dinilai sebagai salah satu olahraga bela diri semata. Namun lebih dari itu, olahraga pencak silat adalah olahraga yang mampu membuat pesilat menjadi sosok yang kuat dan kokoh dalam menyongsong masa depan bangsa untuk generasi yang tak hanya kuat raganya, terlebih jiwanya. “Tidak hanya pintar, namun juga bisa membuatnya menjadi sosok yang benar,” katanya.

Mengusung tema HSN 2020, Santri Sehat, Indonesia Kuat, kegiatan yang dimotori Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo itu, diikuti oleh 6 orang santri, yang unjuk kebolehan di depan juri dengan durasi waktu 5 menit.

Tepat pukul 17.00 WIB, juri mengumumkan nama-nama pemenang lomba. Yaitu, harapan tiga diraih santri dari MI Kahasri atas nama Nisa. Harapan dua, Sawung Galing dari MTs Hidayat, dan harapan satu, Sri Astutik dari PAC Kanigaran. Sedangkan juara satu, diraih oleh Bunga Syifa dari MI Kahasri. Juara dua, Ikram Rafif dari PAC Kanigaran dan juara tiga diraih Faris dari PAC Kanigaran. Masing-masing pemenang, berhak atas uang pembinaan, trophy dan piagam penghargaan yang akan diserahkan secara pada peringatan HSN 2020, 22 Oktober mendatang.

Jum’at (16/10) malam, giliran Lomba Musik Patrol, unjuk kebolehan di hadapan 3 orang juri. Perlombaan yang diikuti 6 finalis perwakilan siswa SD/MI, Madin (madrasah diniyah), dan TPQ (taman pendidikan alquran) se Kota Probolinggo itu, memperebutkan gelar juara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, M. Maskur melalui Kabid Kebudayaan, Sardi, mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu langkah memperkuat kebudayaan Islam.

Dimana Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) sebelumnya telah melakukan seleksi sejak awal bulan ini secara virtual, baik rekaman video atau langsung live melalui aplikasi media sosial.

“Karena pandemi corona, maka penerapan aturannya sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun demkian, tujuannya tak lain adalah untuk memperkuat kebudayaan Islam dalam momen peringatan HSN,” katanya.

Terpantau, hanya peserta dan pendamping saja yang dapat masuk ke gedung Puri Manggala Bhakti, kantor Wali Kota Probolinggo, yang didapuk sebagai lokasi penyelenggaraan acara. Sementara untuk penyerahan hadiah, khusus pemenang pertama, akan diserahkan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, saat puncak HSN tanggal 22 Oktober mendatang.

Adapun nama-nama pemenang Lomba Musik Patrol dalam rangkaian HSN 2020 dengan tema “Santri Sehat, Indonesia Kuat” itu, juara satu dari SMKN 1 Probolinggo, juara dua SMKN 2 Probolinggo dan juara tiga diraih tim Gluduk Keng Tak Ojen. Juara empat, dari PP.Riyadlus Sholihin juara kelima MI Kahasri dan juara enam dari PAC Wonoasih.

Dilanjutkan lomba Vlog Sabtu (17/10) di Puri Manggala Bakti mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB dengan tema yang sama. Pemenangnya adalah, juara harapan 3 MTS Intisarul Ulum, juara harapan 2 PAC IPPNU Kanigaran, juara harapan 1 SD Integral Hidayatullah. Selanjutnya juara 3 Ponpes An Nur Sumbertaman, juara 2 Ponpes Raidatut Tolibi dan juara 1 MI Kahasri.

Minggu (18/10) dilanjutkanb Goves (mancal bareng) Wali kota Hadi Zainal abidin bersama pata Ulamak dan Umaroh se kota Probolinggo, mujulai pukul 05.30 WIB hinga selesai Start kantor wali kota dan finis klinik NU dengan mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker. Dikikuti sekitar 2000 peserta gowes se kota Probolinggo, bersama KH Mutawakkil Allallah wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, Gus Haris pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, wawali M Soufis Subri.

Wali kota Hadi mengatakan, di hari santri nasional tidak mengurangi kekompakan dan tetap bersatu. Tidak ada lagi yang bisa memcah belah walaupun dalam suasana pandemi covid 19. Berharap kepada tokoh masyarakat, baru saat ini menemukan solusi untuk menyadarkan dan mempersatukan masyarakat. Sekaligus berkampanye memakai masker kepada masyarakat dalam menangkal penyebaran covid 19 yang sedang merebak sekarang ini.

Dimana saat ini banyak sekali paham dan aliran yang tidak baik dan belum bisa dibendung. Namun pada covid 19 ini p[ara tokoh masyarakat, kiai melalui medsos ini dapat pelajaran ya ng berharga, karena itu teruslah melakukan dakwah melalui media sosial, sehingga tidak ada para pemuda dan pemudi yang terbawa kepada paham yang tidak baik, harap wali kota Hadi.

Tanpa ada kebersamaan, tokoh masyarakat, kiai dan pemerintah maka mustahil pemerintah tidak akan mampu melakukan nitu semua. Pada HSN ke 6 ini kita bertekat bersama dan bersatu nuntuk Indonesia maju. Erbaktu saat ini klinik NU siap untuk diresmikan kegunaan, karena memang di harapkan oleh warga kota Probolinggo selama ini, kebersamaan ualamak dan uamaroh dan masyarakat menjadi penentu memasalahatan di kota Probolinggo, tambahnya. (Adv/Wap)

Tags: