Wali Kota Hadi Sidak Hewan Kurban di Pasar Dadakan

Wali kota Hadi sidak hewan korban di JL. Hayamwuruk. [wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Demi memberikan rasa nyaman bagi umat Muslim yang akan berkurban, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) melakukan sidak ke beberapa titik penjual hewan kurban, Rabu (29/7/2020).

Hasilnya, masih ada domba yang belum poel (pergantian gigi) sebagai salah satu syarat hewan untuk kurban. Untuk menghindari kerumunan MUI Kota Probolinggo minta sembelih kurban di RPH.

Pedagang hewan kurban di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan dan di Jalan Cokroaminoto, Kecamatan Kanigaran jadi jujugan sidak tersebut. Sebelum disidak olehnya, Wali Kota Habib Hadi sudah meminta Dispertahankan untuk mengecek kesehatan semua hewan kurban yang dijual di Kota Probolinggo.

Berdasarkan data Dispertahankan, jumlah total sementara hewan yang dijual adalah domba 1000 ekor; kambing 33 ekor dan sapi 30 ekor di 43 titik pantau yang ada di Kota Probolinggo.

“Jumlah penjual tahun ini menurun dari sebelumnya. Tahun kemarin ada 56 titik lokasi penjualan,” ujar Kepala Dispertahankan Sudiman, saat mendampingi wali kota.

Rincian lokasi penjualan di Kecamatan Mayangan 11 lokasi; Kanigaran 18 lokasi; Wonoasih 1 lokasi; Kademangan 5 lokasi; Kedopok 8 lokasi. Saat bertemu dengan pedagang, wali kota menyampaikan pesan agar menjual hewan yang sesuai dengan syarat hewan kurban.

“Sidak tadi ada beberapa hewan yang tidak memenuhi syarat menjadi hewan kurban, belum poel. Sudah saya sampaikan jangan dijual, kasihan masyarakat yang akan berkurban jika tidak memenuhi syarat sahnya berkurban,” tutur Habib Hadi.

Syarat sah hewan kurban adalah jenis hewan kurban harus binatang ternak seperti unta, sapi, kambing dan domba. Untuk usia harus mencapai umur minimal yang ditentukan syariat yaitu sapi minimal berusia 2 tahun dan telah masuk tahun ke 3; domba berusia 1 tahun sedangkan kambing berusia 1 tahun dan telah masuk tahun ke 2.

Hewan kurban harus sehat tanpa cacat, jangan memilih hewan yang buta sebelah, sakit, pincang, sangat kurus dan tidak mempunyai sumsum tulang. Dan, hewan yang dikurbankan adalah milik sendiri bukan orang lain.

“Untuk kondisi (hewan kurban) yang kami cek insyaallah semua sehat. Untuk masyarakat tolong yang teliti saat membeli hewan kurban dan memenuhi syarat,” pesan wali kota.

Secara terpisah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menyarankan penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH). Hal ini sejalan dengan surat edaran yang dikeluarkan MUI Jawa Timur menyambut Idul Adha.

“Untuk penyembelihan hewan kurban diarahkan agar dilakukan di RPH. Namun, jelas kapasitas RPH di kota terbatas. Sehingga, dikhawatirkan terjadi kerumunan massa,” terang Ketua MUI Kota Probolinggo KH Nizar Irsyad, Rabu 29/7 saat ditemui usai mengikuti rapat kerja daerah (Rakerda) MUI Kota Probolinggo di Aula Bakesbangpol setempat.

Untuk mengantisipasi membeludaknya RPH, MUI pun mengimbau agar penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan di lokasi yang memiliki halaman luas. Tujuannya, memecah kerumunan yang mungkin terjadi di RPH.

“Bisa dilakukan di masjid atau musala yang memiliki halaman luas. Dengan penyembelihan hewan kurban di halaman yang luas, diharapkan tidak terjadi kerumunan masyarakat. Untuk petugas pemotongan hewan, tetap harus menggunakan masker,” lanjutnya.

MUI, menurut Kiai Nizar, juga meminta agar pembagian daging kurban tidak menggunakan kupon seperti dalam kondisi normal. Sebab, penggunaan kupon menyebabkan rawan terjadi antrean dan kerumunan. “Sebaiknya panitia pemotongan hewan kurban langsung mengantarkan kepada warga yang berhak menerima,” ujarnya.

Untuk salat Idul Adha, menurutnya, SE MUI Jatim juga mengatur pelaksanaannya. Tata caranya tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan salat Idul Fitri.

“Masjid atau musala yang mengadakan salat Id, diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. Seperti menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, penggunaan masker, serta penggunaan sajadah sendiri,” tambahnya. [wap]

Tags: