Wali Kota Kunjungi Kegiatan Membatik Siswi SMPN 6

Wali Kota Mas'ud Yunus (memakai jas) melihat aktifitas membatik yang dilakukan siswi SMPN6 Kota Mojokerto, Senin (7/4) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Wali Kota Mas’ud Yunus (memakai jas) melihat aktifitas membatik yang dilakukan siswi SMPN6 Kota Mojokerto, Senin (7/4) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Kota Mojokerto, Bhirawa
Wali Kota Mas’ud Yunus meninjau kegiatan siswi membatik di SMPN 6 Kota Mojokerto, Senin (7/4) kemarin. Kunjungan orang nomer satu di Pemkot Mojokerto iniĀ  dilakukan usai memimpin upacara persiapan Ujian Nasional (UN) yang digelar di SMPN 6 itu.
Pihak sekolah mendukung aktifitas siswi belajar batik tulis dan menanamkan rasa cinta terhadap batik sejak dini. Ini merupakan kegiatan untuk menjelaskan kepada siswi agar memahami arti pentingnya seni budaya, dapat mengapresiasikan, berkreativitas dan berperan aktif dalam melestarikan seni budaya dalam tingkat lokal, regional, maupun global.
Menurut wali kota, dengan pembelajaran membatik siswi dapat mengetahui nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada mereka. Sebagai generasi muda harus mencintai budaya dan produk lokalnya seperti membatik. Untuk itu para siswi harus kreatif dan inovatif. Batik Kota Mojokerto juga harus memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lain.
Menurut Mas’ud, produk, jasa dan layanan di Kota Mojokerto harus unggul untuk mendukung sebagai kota pelayanan. Karena dengan produk dan layanan yang baik, didukung dengan masyarakat yang percaya dengan produk sendiri, maka bisa mengembalikan jati diri ekonomi bangsa. ”Seperti misalnya produk batik Kota Mojokerto harus memiliki ciri khas tersendiri. Kita juga perlu belajar seperti batik Madura, kenapa disana motif dan kualitasnya bagus tapi murah,” katanya.
Sementara itu, menghadapi UN, wali kota berharap agar siswa-siswi tak cemas, dan harus mempunyai jiwa optimis. ”UN merupakan agenda tahunan dalam dunia pendidikan kita, karenanya harus dilihat sebagai yang wajar. Jangan lah merasa takut atau cemas menghadapi kehidupan ini, kecemasan bukan karakter orang beriman. Karena itu menghadapi Unas harus berjiwa besar dan memiliki rasa optimis tinggi agar sukses di ujian masa datang,” tuturnya. [kar]

Tags: