Wali Kota Madiun Berangkatkan 126 Ton BSB untuk 2.819 Penerima KPM PKH

Wali Kota Madiun, Maidi bersama Wakil Wali Kota Madiun, Inda Raya AMS dan Kepala Perum Bulog Sub Divre Madiun, Ahmad Mustari memberangkatkan program bantuan sosial beras itu dari Gudang Bulog Sub Divre Madiun, Sabtu (10/10). [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Sekarang ini, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tidak hanya menerima bantuan berupa uang ke depan. Namun, juga beras. Kementerian Sosial melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelontorkan Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk KPM PKH tersebut.

Kota Madiun mendapatkan total 126 ton beras yang akan dibagikan kepada 2.819 KPM. Wali Kota Madiun Maidi memberangkatkan program bantuan sosial beras itu dari Gudang Bulog Sub Divre Madiun, Sabtu (10/10).

“Prinsipnya tidak boleh ada warga yang kesulitan makan. Pemerintah pastinya memberikan yang terbaik bagi warganya. Hari ini, kita salurkan lagi 126 ton beras untuk PKH,” kata Wali Kota Madiun, Maidi pada launching program bantuan sosial beras itu di Gudang Bulog Sub Divre Madiun, Sabtu (10/10).

Dikatakan oleh Wali Kota Madiun, pendistribusian bantuan beras untuk Agustus, September, dan Oktober tersebut bakal dibagi dalam dua gelombang. Penerima bakal menerima 15 kilogram beras jenis medium untuk tiap bulannya.

Khusus bulan ini, penerima mendapatkan jatah dua bulan sekaligus. Yakni, Agustus-September. Artinya, setiap PKH langsung mendapatkan 30 kilogram. Sedang, jatah 15 kilogram terakhir akan dibagikan selanjutnya.

”Karena ini cukup banyak, saya minta agar bantuan tidak dijual. Saya akan kirim orang untuk mengecek. Kalau ada yang diperjual-belikan, yang membeli akan saya laporkan ke polisi,” tegas Wali Kota Maidi.

Wali Kota berharap bantuan dipergunakan sebagaimana mestinya. Artinya, beras tersebut digunakan untuk kebutuhan komsumsi sehari-hari. Bukan dijual. Karenanya, tim bakal memonitoring ke lapangan saat dan setelah pendistribusian.

”Bantuan ini untuk meringankan kebutuhan komsumsi masyarakat. Saya berharap ini sesuai peruntukkannya,”ungkap Wali Kota seraya mentargetkan pendistribusian tahap pertama selesai dalam satu bulan.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre Madiun, Ahmad Mustari menyatakan, sudah berkoordinasi bersama pihak terkait untuk rencana penyaluran bantuan sosial beras tersebut. Pihaknya memang menggandeng rekanan dalam hal penyaluran. Harapannya, penyaluran bisa lebih cepat dan sesuai harapan.

”Sesuai dengan kesepakatan oleh Pemerintah Pusat, kami diperintahkan untuk menyalurkan beras jenis medium, dengan kualitas yang kami jamin bagus dan layak untuk dikonsumsi, sebanyak tiga alokasi dengan besarannya yaitu 15 Kg per KPM PKH, per alokasinya,” katanya disela-sela pelepasan armada BSB.

Dikatakan oleh Ahmad Mustari, dirinya mengaku siap jika alokasi Oktober sewaktu-waktu diminta untuk didistribusikan. Sebab, stok beras yang ada di gudang Bulog Madiun cukup untuk kebutuhan yang ada di Kota/Kabupaten Madiun maupun Kabupaten Ngawi.

”Prinsipnya untuk beras stok kami cukup. Untuk BSB hari ini mulai kita salurkan. Semoga penyaluran ini berjalan lancar hingga pada penerima manfaat untuk membantu meringankan beban pengeluaran KPM PKH selama pandemi,” tegas Kepala Perum Bulog Sub Divre Madiun, Ahmad Mustari. [dar]

Tags: