Wali Kota Madiun Hadiri Haul ke-30 KH Munirul Ikhwan dan Harlah ke-70 Ponpes Subulul Huda.

Puncak peringatan Haul ke-30 KH Munirul Ikhwan berlangsung khidmat, Minggu (11/2). Peringatan sekaligus Harlah ke-70 Pondok Pesantren Subulul Huda tersebut dihadiri ribuan jamaah hingga para pejabat daerah dan tokoh penting termasuk Wali Kota Madiun, Dr. Maidi seperti foto diatas. [sudarno/bhirawa].

Kota Madiun, Bhirawa.
Puncak peringatan Haul ke-30 KH Munirul Ikhwan berlangsung khidmat, Minggu (11/2). Peringatan sekaligus Harlah ke-70 Pondok Pesantren Subulul Huda tersebut dihadiri ribuan jamaah hingga para pejabat daerah dan tokoh penting.

Tak terkecuali Wali Kota Madiun, Dr. Maidi. Orang nomor satu di Kota Pendekar tersebut tampak khusyuk mengikuti gelaran acara demi acara yang berlangsung di halaman Ponpes Subulul Huda, Kembang Sawit, Kebonsari, Kabupaten Madiun itu.

Wali Kota menyebut ada banyak pelajaran yang bisa diambil dalam kegiatan haul dan harlah. Apalagi, haul kiai besar seperti KH Munirul Ikhwan. Kiai besar, kata wali kota, banyak meninggalkan contoh yang baik. Bukan hanya untuk jamaah, tetapi juga masyarakat secara umum.

”Nama beliau masih dikenang semua jamaah biarpun sudah meninggal 30 tahun yang lalu. Orang yang meninggalkan kebaikan, pasti akan terus dikenang,” kata Wali Kota.

Wali Kota juga mengajak untuk meneladani apa yang telah beliau lakukan. Salah satunya, menjadi pribadi yang baik. Pribadi yang baik akan meninggalkan kebaikan. Akan selalu dikenang dai didoakan.

Bahkan, setelah meninggal dunia kebaikan yang diberikan tidak pernah putus. Banyak kiai-kiai besar yang sudah meninggal tetapi masih bisa memberikan kehidupan bagi yang masih hidup.

Hal itu lanjut Wali Kota, juga seperti makam-makam kiai dan tokoh lain yang sering diziarahi banyak orang. Dari ziarah itu berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Wali kota ingin masyarakat Kota Madiun juga meninggalkan banyak kebaikan. Setidaknya, kita bisa dikenang akan kebaikan-kebaikan selama hidup.

”Orang meninggal tetapi bisa menghidupi orang hidup. Itu karena semasa hidupnya banyak meninggalkan kebaikan. Kita harus mencontohnya,” pungkasnya. [dar.gat]

Tags: