Wali Kota Madiun Prioritaskan Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Kesehatan

Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Kota Madiun secara virtual dibuka Wali Kota Madiun Maidi diikuti peserta dari OPD terkait dari kantor masing-masing di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun, Kamis (25/2). [sudarno/bhirawa]

Rencanakan Pembangunan 2022
Kota Madiun, Bhirawa
Pembangunan wajib berjalan maksimal. Karenanya, butuh perencanaan matang dari sekarang. Seperti rencana pembangunan tahun anggaran 2022 yang mulai direncanakan dari sekarang melalui Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Kota Madiun yang berlangsung secara virtual, Kamis (25/2).

Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Madiun Maidi di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun dan diikuti peserta dari OPD terkait dari kantor masing-masing. Wali Kota Maidi menyebut pembangunan 2022 tidak boleh lepas dari Panca Karya Ma-Da. Selain itu, rencana pembangunan juga harus memperhatikan evaluasi tahun-tahun sebelumnya.

”Untuk ke 2022 harus melihat 2021 dan 2020. Apa yang kurang di dua tahun itu kita sempurnakan di 2022 nanti. Covid-19 ini juga belum diketahui sampai kapan. Karenanya, penanganan kesehatan juga tidak boleh ditinggalkan. Selain itu juga tidak lepas dari visi-misi kita,” jelasnya.

Wali Kota menambahkan penanganan Covid-19 dan peningkatan ekonomi masih akan menjadi perhatian pembangunan. Seperti diketahui, kondisi ekonomi cukup terdampak sejak pandemi Covid-19. Karenanya, program pemulihan ekonomi mulai digeliatkan pada 2020 lalu dan 2021 ini. Pemkot Madiun menggelontorkan anggaran untuk pembangunan Lapak UMKM di tiap kelurahan pada 2020 lalu. Program ini akan dilanjutkan pada 2021 ini.

”Penanganan Covid-19 terus, tetapi untuk ngegas ekonomi ini juga jalan. Apa yang masih kurang di 2020 kita sempurnakan di 2021. Nanti, kita gas lagi di 2022,” ungkapnya.

Pemulihan ekonomi dari tingkat bawah tersebut sesuai dengan arahan presiden terkait intervensi berbasis lokal. Karenanya, wali kota berharap setiap kelurahan menjadi kelurahan mandiri. Setiap kebutuhan warga yang bersifat konsumtif dapat dipenuhi di kelurahan masing-masing. Nah, Lapak UMKM itu sebagai salah satu sarana dalam mewujudkan hal tersebut. ”Kebutuhan warga bisa terpenuhi di tingkat kelurahan. Kalau memang mendesak baru dicukupi dari luar kelurahan atau luar daerah. Perlahan kita wujudkan itu,” jelasnya.

Terkait pembangunan fisik, wali kota menyebut proyek PeceLand dan ring road timur dipastikan masuk dalam perencanaan. Bahkan, pembangunan akan dimulai tahun ini. Pembangunan, kata wali kota, sejatinya sudah dianggarkan pada 2020 lalu. Namun, anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19. ”Tahun ini kita mulai, mulai pembangunan jembatannya dan lain-lainnya. Untuk ring road timur juga mulai kita siapkan tahun ini,” pungkas Wali Kota. [dar]

Tags: