Wali Kota Madiun Salurkan Bantuan Satgas Kebersihan, Penarik Gerobak Sampah hingga Korban PHK

Wali Kota Madiun, Maidi menyerahkan bantuan kepada warga kurang mampu.(sudarno/bhirawa)

Kota Madiun, Bhirawa
Kepedulian Wali Kota Madiun, Maidi kepada warga masyarakat memang tidak perlu diragukan. Khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Berbagai bantuan terus digelontorkan kepada masyarakat kalangan ini. Seperti yang terlihat saat Salat Isya’ berjamaah dan doa bersama di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Kamis (25/11).

Wali Kota sengaja mendatangkan perwakilan srikandi kebersihan, satgas kebersihan, penarik gerobak sampah, warga PHK terdampak Covid-19, anak-anak panti asuhan, hingga perwakilan grup hadrah. Tak hanya berdoa bersama, mereka juga mendapatkan bantuan sembako.

‘’Jadi petugas kebersihan, penarik gerobak sampah dan pekerjaan serupa lainnya itu bukan hina. Tetapi mulia. Bayangkan kalau tidak ada mereka-mereka ini,’’ kata Wali Kota Maidi.

Karenanya, Wali Kota berharap petugas-petugas mulia itu tidak malu dengan pekerjaannya. Sebaliknya selalu bersemangat. Bukan hanya bersemangat beribadah dalam bentuk bekerja menafkahi keluarga. Tetapi semangat ibadah membantu orang lain dari bidang kebersihan. Peran mereka memang tidak dapat dikesampingkan. Lingkungan yang bersih membuat warga juga nyaman dan sehat tentunya. Hal itu tentu ibadah tersendiri bagi para petugas kebersihan.

‘’Bukan hanya soal bekerja menunaikan kewajiban, tetapi juga ada unsur kebaikan dibaliknya. Bayangkan sudah berapa banyak warga yang terjaga kesehatannya, karena lingkungan yang selalu bersih,’’ terangnya.

Setidaknya ada sebanyak 25 orang srikandi kebersihan, 320 orang satgas kebersihan, 359 penarik gerobak sampah, 221 orang PHK terdampak covid-19, dan 152 anak panti asuhan. Namun, memang hanya perwakilan yang menerima bantuan sembako secara simbolis di rumah dinas. Selebihnya, akan dibagikan oleh petugas. Sementara untuk empat grup kesenian hadrah mendapatkan seperangkat alat hadrah.

‘’Yang penting tetap semangat, apalagi saat ini sedang pandemi dan musim hujan. Lingkungan kita tetap harus bersih agar indah, nyaman, dan sehat,’’kata Wali Kota.

Dalam giat itu juga dipanjatkan doa agar pandemi segera pergi meninggalkan Kota Madiun dan dunia pada umumnya. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 sudah berlangsung dua tahun lebih. Di Kota Madiun memang sudah cukup terkendali.

Terbukti dengan diberlakukannya PPKM level 1 dan sudah tidak ada kasus aktif untuk sementara ini. Namun, bukan berarti ancaman Korona sudah menghilang. Bahkan, diprediksi akan terjadi gelombang kasus usai libur Natal dan Tahun Baru nanti. Karenanya, pemerintah memberlakukan PPKM Level 3 pada masa tersebut. (dar)

Tags: