Wali Kota Madiun Wacanakan Pembentukan Padepokan Tangguh

Wali Kota Madiun, Maidi (tengah) bersama Forkopimda dan Perguruan Pencak Silat di Madiun, rapat wacanakan pembentukan Padepokan Tangguh, Kamis (25/6). [sudarno/bhirawa]

Kumpulkan Perguruan Pencak Silat dan Forkopimda
Kota Madiun, Bhirawa
Predikat zona hijau yang didapat Kota Pendekar tak lantas membuat pemerintah setempat lengah dalam menangani pandemi.Lebih dari itu, pemkot setempat semakin mengencangkan ikat pinggang untuk kian disiplin mengimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Wali Kota Madiun, Maidi, menekankan hal itu, di hadapan perwakilan perguruan pencak silat se Kota Madiun di ruang 13 Balaikota, Kamis (25/6). Kesempatan itu digunakan walikota untuk mengajak seluruh perwakilan pencak silat yang hadir untuk membentuk padepokan tangguh di perguruan masing-masing.

Tujuannya, tak lain sebagai proteksi dini dalam menjalankan kegiatan persilatan menyambut new normal. Lebih lanjut walikota mengatakan, keberadaan padepokan tangguh sebagai komitmen jika pelaksanaan kegiatan yang ada telah mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19.Seperti, tersedianya akses cuci tangan, area wajib masker, pemeriksaan suhu, hingga area yang menerapkan jaga jarak.

“Kota ini harus kita jaga bersama.Jangan sampai karena satu dua hal kesehatan menjadi ancaman.Maka dari itu seluruh elemen harus kompak.Saya menginstruksikan tempat latihan harus jadi padepokan tangguh yang menerapkan protokol kesehatan,” jelas walikota disela sambutannya.

Bahkan, walikota tak segan memberikan bantuan berupa alat pencuci tangan hingga bilik desinfektan kepada padepokan yang pertama mampu menerapkan protokol kesehatan di tengah menjalani aktifitas persilatannya.

“Komitmen ini harus kita terapkan bersama.Cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan. Dari kondisi inilah yang harus kita budayakan menjadi karakter di lingkungan kita supaya new normal bisa menuju normal,” tegas Wali Kota. [dar]

Tags: