Wali Kota Mojokerto Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pasar Benpas

Ning Ita Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pasar Benpas.

(Telan Anggaran Rp11,2 Miliar)
Kota Mojokerto, Bhirawa
Ratusan PKL penghuni Pasar Benpas yang terbakar 2017 silam bisa bernapas lega, hal ini karena pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR menggelontor anggaran sebesar 11,2 Milyar untuk membangun kawasan niaga di pusat Kota Mojokerto tersebut.
Dimulainya pembangunan pasar ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita. 
“Bismillahirrohmanirrahim peletakan batu pertama ditandai dengan guyuran hujan semoga menjadi berkah bagi warga Kota Mojokerto khususnya PKL yang dulu stan nya terbakar,” ujar Ning Ita dengan sumringah usai peletakan batu pertama.
Ning Ita menambahkan momentum ini menandakan dimulainya pembangunan kembali sentra PKL yang terbakar habis pada 23 September 2017 lalu. Pembangunan 240 kios PKL ini menelan anggaran senilai Rp 11.2 miliar dari pemerintah pusat.
“Pembangunan sentra PKL ini mengunakan dana penugasan dari Kementerian PUPR yang diusulkan pada tahun 2018 lalu dan direalisasikan pada tahun 2019.” Jelas Ning Ita didampingi Kepala Disperindag Kota Mojokerto Ruby Hartoyo. Turut hadir dalam kegiatan itu diantaranya, Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Ketua DPRD Sunarto, Kapolres Mojokerto Kota, Komandan Kodim 0815 Mojokerto serta Sekdakot Harlistiati.
Menurut Ning, masuknya dana penugasan ini melalui mekanisme tender sehingga pemenang baru muncul pada tahun 2019 kemarin. Sehingga pada awal tahun ini baru bisa dilakukan proses pembangunan.
“Sesuai dengan pengajuan proposal nantinya akan dibangun sebanyak 240 kios, jumlah tersebut sudah lebih dari jumlah pedagang eks alun alun. Di targetkan proyek ini akan selesai selama tujuh bulan ke depan,” cetus Ning Ita.
Ia juga menjelaskan jika pasar ini nantinya akan ada suasana etnik kemajapahitan yang akan disesuaikan dengan kearifan lokal. Hanya pedagang yang teradaftar di Disperindag yang bisa menempatinya, terutama warga Kota Mojokerto. Ini sesuai dengan misi pemerintah kota yaitu membangun usaha kecil yang berbasis kerakyatan.
Sementara itu, Ruby Hartoyo mengungkapkan awalnya akan dibangun 248 kios. Tapi setelah diukur lagi akan ada sekitar 15 kios di bagian belakang dan tiga disamping yang tidak dapat dibangun karena keterbatasan lahan.
”Meski demikian, dapat dipastikan jika kios baru itu nantinya akan menampung seluruh pedagang eks Alun-alun. Artinya kan tetap ada sisa sekitar 26 kios lagi,” beber pria yang juga pernah menjabat sebagai Kadishub Kota Mojokerto. [kar]

Tags: