Wali Kota Perintahkan Warga Tolak Raskin Jelek

Wali Kota Mojokerto, H Mas'ud Yunus didampingi Kadis sosial Sri Mujiwati, memeriksa kualitas Raskin sebelum dibagikan, Kamis (24/4) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Wali Kota Mojokerto, H Mas’ud Yunus didampingi Kadis sosial Sri Mujiwati, memeriksa kualitas Raskin sebelum dibagikan, Kamis (24/4) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Kota Mojokerto, Bhirawa
Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus memerintahkan masyarakat berani menolak dan mengembalikan jatah beras warga miskin (Raskin) jelek. Raskin yang masuk kategori jelek diantaranya kualitas berasnya tak layak untuk dikonsumsi maupun ketepatan berat beras yang dibagikan juga tak sesuai dengan berat yang tertera di bungkusnya.
”Ketika akan menerima raskin harus dicek, kualitas berasnya maupun berat timbangannya. Kalau tidak sesuai kembalikan. Biar nanti diurus kelurahan,” ujar Mas’ud Yunus, ketika Sidak pembagian Raskin beras  di kantor Kel Surodinawan, Kec Prajuritkulon, Kamis (24/4) kemarin.
Dalam Sidaknya, wali kota mengecek kualitas beras yang dikemas dalam karung seberat 15 kilogram  dan menimbang berat beras itu, didampingi Kepala Dinas Sosial Sri Mudjiwati, dan Lurah Surodinawan Supartoyo.
Di hadapan warga miskin penerima Raskin, wali kota berharap pembagian beras untuk rumah tangga miskin ini bisa diterima dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ”Pengawasan kita terjunkan kader pemantu hingga aparat kelurahan. Agar setiap penyimpangan dapat di deteksi sejak awal,” tambah wali kota. Raskin yang mulai dibagikan kemarin, merupakan jatah raskin yang bersumber dari APBD kota Mojokerto.
Sementara itu, Sri Mujiwati kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto menjelaskan, rumah tangga miskin penerima Raskin di Kota Mojokerto yang bersumber dari APBN sebanyak  5,205 sasaran.  Sedangkan yang bersumber dari APBD sebanyak 1.440 sasaran.
Meski sumbernya berbeda, Mujiwati memastikan tak akan ada penerima Raskin yang dobel. Pasalnya seluruh penerima. Sudah tertulis dalam data yang didasarkan atas byname by adress. Raskin yang didistribusikan kemarin merupakan jatah warga selama tiga bulan, Januari, Februari dan Maret. Setiap bulan setiap warga miskin mendapatkan. Jatah Raskin 15 kilogram. ”Masyarakat hanya dibebani membayar Rp1.600. Per kilgram Raskin. Standard berasnya medium,” tands Sri Mujiwati lagi.
Dalam Sidak kemarin, wali kota melihat langsung kondisi beras yang sudah ditampung di kantor kelurahan. Untuk memastikan kualitas Raskin, wali kota membuka dan mengeluarkan beras dari kantongnya. ”Kualitas berasnya cukup bagus. Dan timbangan beratnya juga pas,” lontar wali kota. [kar]

Tags: