Wali Kota Probolinggo Berharap Ada Inovasi Produk Olahan Makanan

Wali kota Hadi panen terong hasil KRPL. [wiwit agus pribadi/bhirawa]

Pemkot Probolinggo, Bhirawa
Dalam rangka meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan ketahanan pangan rumah tangga, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin buka agenda panen bersama, pelatihan tematik P2L (Pekarangan Pangan Lestari) dan penyerahan simbolis dana ketahanan pangan pertanian DAK non fisik tahun 2021. Berkesempatan tersebut Aminah Hadi ajak ayo bela, beli produk UMKM.

Empat KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) yang didatangi Wali Kota Habib Hadi bersama Ketua TP PKK Aminah Hadi antara lain KRPL Dasawisma RW 1 Kelurahan Pilang, KRPL Kamboja Kelurahan Triwung Lor, KRPL Srikandi Bangkit Kelurahan Kademangan dan KRPL Bumi Barokah Kelurahan Kedopok.

Pada agenda tersebut Wali Kota Habib Hadi juga menyempatkan untuk memanen tanaman pangan hasil budidaya warga di pekarangan pangan lestari.

Beberapa jenis sayuran yang ditanam antara lain cabai, terong, kembang, kol, bayam, kangkung, tomat, gambas, sawi dan tanaman pangan lainnya.

Melalui program P2L ini wali kota menginginkan warga masyarakat bisa mengelola lahan yang tidak produktif menjadi lebih bermanfaat.

“Kita ingin mendorong dan memotivasi, dengan adanya lahan ataupun ruang yang bisa dimanfaatkan ini harus terus kita lakukan dan mengedukasi kepada masyarakat supaya bisa bermanfaat,” kata Habib Hadi, Rabu (24/11).

Selain itu, dirinya juga mengharapkan adanya inovasi produk olahan dari hasil panen pekarangan pangan lestari ini. “Kembangkan dan lakukan inovasi-inovasi, kalau bisa lagi dari hasil dari yang ada ini bisa diolah menjadi produk olahan makanan,” harapnya.

Untuk mendukung pengembangan kegiatan P2L ini, wali kota juga menyerahkan Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian DAK Non Fisik Tahun 2021 sebesar Rp 55 juta kepada masing-masing Kelompok Wanita Tani/ KWT pengelola Pekarangan Pangan Lestari.

Kabid Ketahanan Pangan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) setempat, Yudha Hartanto mengungkapkan total ada 8 kelompok masyarakat yang mendapatkan bantuan Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian dari Kementerian Pertanian.

“Yang di Kota Probolinggo ini P2L itu menerima DAK Non Fisik 8 Kelompok, yang sekarang ini panen bersama wali kota ini tadi ada 4 kelompok ya, besok 4 kelompok juga,” ungkap Yudha yang menargetkan 4 kelompok tambahan akan mendapatkan bantuan yang sama tahun depan.

Salah satu ketua KRPL dari KWT Bumi Barokah Laila Qomariyah, mengaku telah memiliki rencana untuk menciptakan produk olahan seperti yang diminta oleh wali kota.

“Insyaallah seperti kayak tomat untuk keripik dan olahan minuman juga, yang saya harapkan itu,” terang Laila, yang saat itu juga berkesempatan dibimbing langsung oleh kepala DKUPP Fitriawati, dalan membuat kemasan produk yang menarik.

“Suruh buat olahan yang banyak nanti kemasannya mau diajari, cara mengemas, dan produknya mau dikasih label, juga mau di pasarkan,” tuturnya.

Selanjutnya Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin bersama sang istri sekaligus Ketua TP PKK Aminah Hadi mengunjungi empat KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) lainnya.

Tidak hanya berdua dengan sang istri, wali kota juga didampingi Asekbang Setiorini Sayekti, Kepala Dispertahankan Aries Santoso, camat dan lurah terkait, Rabu (24/11).

Empat KRPL itu diantaranya adalah KRPL Pelangi Kelurahan Wiroborang Kecamatan Mayangan, KRPL KWT Rejeki Berkah Kelurahan Kanigaran, KRPL Turi Putih Kelurahan Jrebeng Kidul dan KRPL Sinar Tani Pakistaji Kecamatan Wonoasih.

Pada tiap-tiap kunjungannya, begitu terasa aroma kekompakan dan keguyuban pengelola KRPL. Seperti di KRPL Pelangi Kelurahan Wiroborang, pada tahun 2021 pihaknya telah membangun rumah bibit, menyediakan lahan demplot seluas 400 meter persegi, mengisi seluruh tepian sungai dengan tanaman produktif, dan berkolaborasi dengan formalis (forum masyarakat peduli sungai) dan pokdarwis (kelompok sadar wisata) merawat sungai sebagai area pemancingan dengan menebar ikan lele.

Ya, giat itu merupakan kunjungan Wali Kota Habib Hadi guna memberikan arahan, semangat dan motivasi sebagai langkah ke depan pihak KRPL untuk lebih baik lagi, lebih maju, dan lebih berinovasi sebagaimana harapan Pemerintah Kota Probolinggo.

“Begini pak, kadang yang kita butuhkan itu setelah hasil panen selanjutnya pemasarannya itu yang sulit,” ujar seorang pengelola KRPL Pelangi.

“Nanti begini, untuk hasil-hasil panennya apa, untuk bisa dikelola dan dinas lain (misal memberikan pelatihan) hasil olahannya. Karena hasil olahannya itu nanti akan lebih bernilai,” jawabnya lugas.

Wali kota mencontohkan, seperti tomat yang dihasilkan KRPL nantinya bisa diolah menjadi saus atau kurma. Terong tidak hanya dibakar atau dipenyet, namun bisa diolah menjadi keripik. Ke depan nantinya dinas terkait seperti Dispertahankan dan DKUPP berupaya meningkatkan nilai jual suatu produk.

Selain mengunjungi budidaya tanaman pangan di KRPL, wali kota juga menyerahkan bantuan Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian DAK Non Fisik Tahun 2021 sebesar Rp 55 juta kepada masing-masing Kelompok pengelola Pekarangan Pangan Lestari.

“Mudah-mudahan dengan adanya dana bantuan (DAK Non Fisik) yang kita serahkan, bisa tambah kompak, tambah semangat, tambah inovasi. Sehingga ke depan lebih baik lagi. Jangan sampai tambah di support, tahun depan tidak ada lagi barang-barang ini. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk bisa menambah manfaat dalam pengelolaan lingkungan,” harapnya.

Sementara itu, tak hanya menghasilkan tanaman pangan saja, di KRPL Turi Putih Kelurahan Jrebeng Kidul juga menghasilkan pupuk dari kulit pisang, kulit telur, daun bawang putih dan air cucian beras. Sedangkan di KRPL Sinar Tani Kelurahan Pakistaji Kecamatan Wonoasih juga menghasilkan pestisida nabati berbahan daun nimba, tambahnya. [wap]

Tags: