Wali Kota Probolinggo Hadi Serukan Disiplin Keluarga Tangguh

Wali kota Hadi serukan keluarga tangguh melalui live streaming. [Wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyerukan pentingnya menggalakan keluarga tangguh di Kota Probolinggo. Katanya, keluarga menjadi lingkungan yang sangat ampuh dalam mencegah penyebaran Covid 19.

“Saya ingin mengajak semua elemen masyarakat, yang mana harus bisa menjadi pelopor dalam keluarga. Punya kepedulian pada keluarga untuk mewujudkan keluarga tangguh dan disiplin. Karena saat Covid 19 melandai, semua bisa beraktivitas seperti semula dengan prokes (protokol kesehatan) yang ketat, “ujar Wali Kota Habib Hadi, Senin (21/12).

Dalam rilisnya melalui live streaming, dari Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo, wali kota membeberkan begitu cepatnya lonjakan angka pasien terkonfirmasi positif Covid 19.

Di awal November lalu hanya 14 yang dirawat, sedangkan per 21 Desember ini mencapai 271 pasien. Angka kematian meningkat dari 44 (1 November), kini menjadi 85.

Begitu tingginya lonjakan ini membuat pemerintah dan pemangku kepentingan berkomitmen mengambil kebijakan untuk mengurangi penyebaran Covid 19. Selain berupaya melalui surat edaran (SE) nomor 066/5647 / 425.106 / 2020 yang mulai beroperasi sejak Sabtu (19/12), peran serta masyarakat pun sangat diharapkan.

Menjadi keluarga tangguh, lanjut wali kota, dengan persiapkan tempat cuci tangan di depan rumah, menerima tamu yang memakai masker. Bila tidak pakai masker jangan diterima dulu karena pemilik rumah punya kewajiban menjaga keluarga.

“Insyaallah masyarakat akan paham. Harus mawas diri, peduli pada keluarga tercinta sehingga semua bisa terjaga dan terhindari dari terpaparnya Covid 19. Kalau seperti itu (keluarga tangguh), semua disiplin maka Covid 19 terkendali. Itu yang menjadi harapan pemerintah,” harapnya.

“Ayo dari sekarang kita tekan (penyebaran Covid 19) dengan adanya keluarga tangguh. Tidak ada aktivitas berkerumun, ikuti anjuran pemerintah, memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun, insyaallah angka Covid akan turun. Saya minta warga kota satukan suara, satukan tekad, disiplin bersama-sama dan menjadi keluarga tangguh,

“imbuh Habib Hadi yang meminta warga membiasakan menegur jika ada yang tidak menggunakan masker. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menambahkan, keluarga bencana adalah keluarga yang mau dan mampu mengatur diri dan keluarga dalam menghadapi bencana apapun.

Serta memiliki sumber daya untuk memitigasi dan melakukan pertolongan pertama pada keluarga. “Yang bencana bencana dalam keluarga bencana alam dan non alam, pandemi ini ditetapkan sebagai bencana non alam. Secara teknis, keluarga bencana harus mengimplementasikan 3M di lingkungan keluarga,” imbuh Sugito.

Pada kesempatan itu, Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Teguh juga menyampaikan untuk sama-sama mengendalikan hawa nafsu. Artinya, hawa nafsu berpergian dan berkumpul.

“Cuci tangan sudah, masker sudah tapi hawa nafsu tidak dikendalikan pasti akan meningkat lagi. Saya setuju dengan keluarga tangguh, jagalah dirimu dan keluargamu yang tidak berpergian, berkumpul-kumpul,” tegasnya.

“Apa yang disampaikan Bapak Wali Kota sudah tegas dan jelas. Kami mengimbau masyarakat Kota Probolinggo menyatukan tekad, peduli bahwa Probolinggo punya kita bersama. Kemampuan bertemu dengan orang, senantiasa berdoa Kota Probolinggo terhindar dari Covid 19,” tutur Kasdim 0820 Inf Meeftah Puadi.

Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh, dr Abraar HS Kuddah mengungkapkan, kejadian masyarakat mengalami pengalaman pasien Covid jangan enggan memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Pasalnya, 80 persen mereka yang datang ke rumah sakit pasien dalam keadaan buruk sehingga angka kematian cukup tinggi.

“Kami tidak pernah meng-covidkan pasien. Keputusan kami berdasarkan pemeriksaan foto thorax dan swab PCR, jika tidak menunjukkan gejala Covid, ya tidak (positif), “tegas dr Abraar yang kebanyakan pasien baru ke rumah sakit setelah mengalami sesak nafas.

“Pemkot gencar lakukan operasi Yustisi, 47 orang yang terjaring langsung dilakukan tes swab antigen di tempat. Dari hasil ini menunjukkan bahwa situasi yang terjadi perlu menjadi perhatian bersama. Ancaman Covid 19 nyata ada dihadapan kita semua. Kami akan terus gencar melakukan razia, ke depan tidak lagi menunggu, tapi kalau kelihatan tidak pakai masker langsung dibawa oleh petugas,” tegas Hadi.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini ingin semua masyarakatnya disiplin agar bisa beraktivitas normal kembali. “Obat yang mujarab menghindari terpapar Covid 19 adalah dengan menggunakan masker. Edukasi semacam ini akan terus dilakukan sampai tumbuh kesadaran masyarakat. Restoran-restoran, kafe juga akan kami operasi,” paparnya.

Sementara itu, Rohim, warga Ketapang yang kena razia karena kedapatan tidak pakai masker meski didalam mobil. “Rasanya tidak enak (swab), tambahnya. [wap]

Tags: