Wali Kota Probolinggo Lantik Pejabat Eselon 2 di Museum Rasulullah

Wali kota Hadi saat melantik pejabatnya di Museum Rasulullah.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Air muka tegang nampak di wajah sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo yang tiba-tiba dipanggil oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin ke rumah dinasnya, Jumat (6/11) siang. Mereka wajib mengenakan pakaian khas Jawa Timur, pakaian identik dengan mutasian.

Kepala OPD itu antara lain Kepala Diskominfo Aman Suryaman, Kepala DLH Rachmadeta Antariksa, Kepala Dishub Sumadi dan beberapa pejabat eselon 2 lainnya. Berbincang sejenak Wali Kota Habib Hadi kemudian mengajak mereka keluar dan masuk dalam mobil yang sudah disiapkan. Wajah mereka semakin bertanya-tanya.

Rombongan dalam satu mobil meluncur ke Jalan Panglima Sudirman lalu berbelok ke Jalan Suroyo, kemudian belok ke kompleks Museum Rasulullah. Sepatu mereka pun wajib dilepas dan diminta masuk ke dalam museum. Di dalamnya ternyata sudah tertata tempat untuk kegiatan pelantikan.

Yang mengejutkan, yang dilantik bukanlah satu dari sekian banyak pejabat dalam rombongan tersebut. Melainkan Sekretaris Dispenduk Capil Setyorini Sayekti yang resmi dilantik oleh Wali Kota Habib Hadi menjadi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, menggantikan posisi yang kosong setelah Amin Fredy pensiun pada bulan lalu.

Pesan dalam pelantikan di tengah pandemi CoviD 19 itu, wali kota berharap memaknainya sebagai tantangan, percepatan ide kreatif dan komitmen untuk dapat segera menjalankan tugas dan menyelesaikan urusan di bidangnya.

“Tentunya ini jabatan Asisten Ekonomi Pembangunan yang sudah lama prosesnya tapi baru bisa terlaksana hari ini (pelantikannya). Semua tahapan sudah kami laksanakan secara resmi, termasuk assessment-nya dan yang terpilih Bu Setyorini Sayekti. Ini tugas tidak mudah dan penuh tantangan,” kata Habib Hadi usai pelantikan.

Lantas kenapa pelantikan ini dibuat berbeda, diadakan di Museum Rasulullah? Ternyata Habib Hadi punya tujuan tertentu.

“Ingin memberikan isyarat, sebagai manusia harus betul-betul memegang amanah dan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Seperti sejarah yang ada di museum ini, menceritakan tentang perjuangan Islam yang harus menjadi panduan dalam diri kita dalam menghadapi kondisi yang kita alami,” terangnya.

Terkait jabatan kepala OPD, Habib Hadi menjelaskan akan melakukan seleksi lagi sesuai prosedur yang ada. Namun OPD tidak dibiarkan kosong, ada Plt yang menghandle agar semua proses administrasi dan kegiatan tetap berjalan.

Pelantikan tersebut juga dihadiri Wawali Mochammad Soufis Subri, Sekda drg Ninik Ira Wibawati, Staf Ahli Budi Krisyanto, Asisten Administrasi Umum Budiono Wirawan, Asisten Pemerintahan Paeni, Inspektur Tartib Goenawan.(Wap)

Tags: