Wali Kota Probolinggo Segera Distribusikan 18 Unit Ambulance Ke Kelurahan

Pemkot Probolinggo reaalisasikan kotaku.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Bekerjasama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Pemerintah Kota Probolinggo merealisasikan program ‘Kota Tanpa Kumuh’ (KOTAKU) guna membangun sistem terpadu bagi penanganan pemukiman kumuh.
Menurut Asisten Administrasi Umum Setda Kota Budiono Wirawan, Kamis 23/1/2020 program KOTAKU yang telah dilaksanakan sejak 2017 difasilitasi melalui dana APBN sebesar 20 Milyar lebih sehingga dapat berkontribusi dalam pengurangan kawasan kumuh di 24 kelurahan. Hal ini disampaikan Budi di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Probolinggo.
“Ini adalah salah satu bentuk upaya koordinasi, sinkronisasi, dan kolaborasi Pemkot Probolinggo dengan masyarakat yang melibatkan seluruh elemen untuk kepentingan bersama. Sehingga upaya tersebut telah berkontribusi pada pengurangan wilayah kumuh, sebesar 192.95 HA pada tahun 2015 turun menjadi 2.95 HA di tahun 2019,” ujar Budi Wirawan.
Program ini, lanjutnya, adalah rekonsiliasi kolaborasi Pemkot Probolinggo dengan seluruh elemen masyarakat dengan tujuan menjadi syarat percepatan pembangunan yang merata. “Partisipasi masyarakat selalu dikedepankan. Pemerintah berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam perencanaan maupun implementasinya,” katanya.
Lebih jauh Budi menerangkan, dalam upaya mewujudkan program tersebut, Pemkot Probolinggo telah menentukan 10 program unggulan bidang pembangunan. Salah satu sub program yang telah ditentukan adalah menciptakan destinasi wisata baru di Pantai Mayangan dengan konsep meminimalisir kawasan kumuh.
Sejalan dengan program itu, pemerintah pusat melalui Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PUPR, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur menyatakan telah menyetujui Mayangan untuk ditangani bersama dalam penataan kawasan permukiman di tepi air.
Kepala Project Manager Unit Kementerian PUPR Aswin G. Dianto Sukahar menuturkan, program ini bertujuan meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan. Hal ini dilakukan demi terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan, sehingga pembangunan wilayah di Kota Probolinggo merata untuk kesejahteraan masyarakat.
Progam KOTAKU dikoordinir Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang direalisasikan dalam bantuan dana infrastuktur yang kondisi sarana dan prasarananya tidak memenuhi syarat. “Termasuk Jalan Lingkungan, Drainase, Penyediaan Air Bersih/Minum, Pengelolaan Persampahan, Pengelolaan Air Limbah, Pengamanan Kebakaran, dan Ruang Terbuka Publik,” jelasnya.
Selain itu wali kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, terkait pendidikan tidak ada biaya sudah terealisasi sejak 2019 lalu. Kesehatan masyarakat pun telah dijamin lewat program UHC (Universal Health Coverage) tepat September 2019.
“Insyaallah dalam waktu dekat akan didistribusikan ke masing-masing kelurahan, dalam bulan ini (Januari). Ambulance yang dijanjikan dari 29 kelurahan, disetujui 18 unit. Mudah-mudahan akhir tahun 2020 yang 11 unit disetujui oleh DPRD,” ujar Wali Kota Hadi.
Ya, 18 unit ambulance siap dikirim ke sejumlah kelurahan di lima kecamatan. Data kelurahan mana saja yang mendapat ambulance pun sudah dikantongi oleh wali kota namun belum disebutkan. Wali kota berharap, pelayanan kesehatan bisa lebih sempurna lagi dan kesiapan pemerintah hadir pada waktu masyarakat membutuhkan.
“Disambung doanya, insyaallah bulan April-Maret peletakkan batu pertama rumah sakit sudah bisa dilaksanakan sesuai harapan masyarakat untuk pelayanan kesehatan. Banyak yang ragu kalau pembangunan tidak mungkin dilakukan, insyaallah pembangunan di wilayah selatan (masuk kelurahan) Kareng Lor-Sumber Wetan sudah mulai ada pembangunan,” tegas Hadi.
“Jadi, bukan sekadar menggratiskan dan melengkapi ambulance di kelurahan. Tapi rumah sakit disiapkan agar masyarakat dapat pelayanan maksimal,” imbuh mantan anggota DPR RI ini.
30 Januari nanti, tepat satu tahun kepemimpinan Wali Kota Habib Hadi – Wawali Mochammad Soufis Subri. Ia bersyukur sebagian komitmennya kepada masyarakat sudah terealisasi. “Mudah-mudahan berdampak manfaat, bisa berbuat lebih baik lagi untuk warga tercinta, ucap Hadi.
Tidak hanya menyediakan ambulance, melainkan Pemerintah Kota Probolinggo juga akan menyiapkan pelayanan Rumah Sakit dengan maksimal. “Jadi, bukan sekedar menggratiskan dan melengkapi ambulance di kelurahan. Tapi rumah sakit disiapkan agar masyarakat dapat pelayanan maksimal,” tambah wali kota Hadi.(Wap)

Tags: