Wali Kota Probolinggo Serahkan Sertifikat Halal Gratis Kepada UMKM

Wali kota Hadi serahkan sertifikat halal pada UKM.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Wali Kota Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menggelar audiensi bersama Kelompok UKM/IKM, Rabu (16/6). Acara tersebut juga menghadirkan narasumber dari Ketua Forum IKM Jawa Timur, Ketua MUI Jawa Timur, Direktur LPPOM MUI Jatim, dan Ketua Satgas Halal Provinsi Jatim.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Habib Hadi juga menyerahkan sertifikat halal kepada 5 UMKM. Yakni, IKM Fara Queen dengan produknya Jamudin, IKM Diyanah dengan produk Cookies Bawangnya, Madu Hutan dari IKM Al-Furqon, Egg Roll Jagung dari IKM KWT Bangu Jaya dan IKM Del Nacha dengan produk Jahe Instan.

“Pelaku usaha harus jujur dalam mutu dan kualitas, jangan mentang-mentang udah laris terus dikurangi komposisinya. Mudah-mudahan dengan adanya kolaborasi antara provinsi dan pemerintah kota, kita dapat melangkah bersama demi kemajuan produk UMKM lebih baik lagi,” jelas wali kota.

Pagi itu, pelaku usaha UMKM, semua peserta yang hadir sangat antusias ingin menyampaikan aspirasinya. Dari beberapa pertanyaan yang telah disampaikan tentang sertifikat halal. Seperti pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak Munawan, bagaimana cara memperpanjang sertifikat halal.

Direktur LPPOM, Siti Husnul Yusmiati menjelaskan sertifikat yang didapat sekarang berlaku selama empat tahun. Untuk perpanjangan sertifikat juga dilakukan cara yang sama yaitu dengan pengujian lapangan yang dilakukan auditor untuk memastikan bahan, proses dan kualitas yang sesuai dengan anjuran agama yaitu halal tanpa najis dan aman untuk dikonsumsi. Sedangkan untuk biaya perpanjangan, masih gratis untuk UMKM kecil dan untuk UMKM yang telah memperoleh keuntungan besar dapat membayar sendiri perpanjangannya.

Di tengah acara, Ketua Forum IKM Jatim, Moch. Oscar juga menyampaikan gagasannya untuk mengadakan Festival UMKM se Jawa Timur di Kota Probolinggo. Wali Kota Habib Hadi pun menyambut dengan tegas dan antusias.

Wali kota juga berharap kepada pelaku usaha untuk terus berkomunikasi dengan dinas terkait untuk mendapatkan informasi tentang bahan baku, proses pemasaran produk, atau konsultasi perihal lainnya.

“Koordinasi dan komunikasi dengan dinas terkait bahan baku atau semacamnya. Kalau bisa mendapatkan bahan baku dari sini, mengapa harus didapatkan dari tempat lain. Dan untuk pelaku usaha jangan sampai tidak memanfaatkan media sosial yang ada, karena pemasaran lewat medsos sangat responsif untuk saat ini, ” tandasnya.

Pada acara tersebut juga dipamerkan 25 produk UMKM dan Yel-yel semangat dari IKM Jatim Kota probolinggo. Acara itu dihadiri oleh Ketua Dekranasda Aminah Hadi Zainal Abidin, Kepala Dinas DKUPP Fitriawati dan Ketua Satgas Halal Kemenag Kota Probolinggo.

Pandemi covid19 membuat sejumlah perusahaan besar melakukan perampingan karyawan. Efisiensi berupa PHK itu memunculkan lonjakan angka pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Probolinggo. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo sebelumnya mencatat ada sekitar 6.000 UMKM yang terdaftar.

Dari rekaman dinas koperasi, mereka terdampak tatkala ada kebijakan pembatasan operasional. Pelaku usaha di bidang makanan, diungkap paling merasakan imbasnya. Bahkan, rentetan pembatasan membuat pasar Sabtu Minggu di Kota Probolingggo ditutup selama kurun setahun ini. “Dampaknya memang luar biasa. Tapi seiring berjalan waktu, justru mereka bisa bertahan,” kata Kepala DKUPP, Fitriawati, Rabu (16/6).

Fitriawati kemudian membeberkan data pelaku UMKM Kota Probolinggo yang dicatat sejak

September 2020. Ternyata, muncul 13 ribu lebih pelaku UMKM baru. Sehingga secara keseluruhan dari penambahan tersebut terdapat sekitar 19.200 pelaku UMKM di Kota Probolinggo

“Mereka ini dulunya bekerja. Namun akhirnya terdampak PHK karena perusahaan terdampak covid19. Lepas dari pekerjaan itu, mereka kemudian beralih menjadi pelaku UMKM,” tegasnya.

Munculnya pelaku UMKM baru itu membuat DKUPP harus melakukan pendampingan dengan mengontrol kualitas, kontinuitas, dan kuantitas (3K) produk. Selain itu DKUPP memberikan bantuan pengurusan perizinan, sertifikasi, serta menerbitkan kartu E-UMKM Pintar.

Bertambahnya jumlah pelaku UMKM ini dinilainya jadi pertanda menggeliatnya ekonomi secara perlahan dari daerah, kendati masih berada di masa pandemi covid19.
.
Strategi pemasaran melalui kanal online merupakan satu bagian penting yang didorong pemkot.

Pemahaman tentang digitalisasi marketing diklaim terus dilakukan, selain membantu UMKM bisa ikut pameran, baik secara lokal maupun virtual.

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin membenarkan banyak pihak beralih profesi memilih menjadi pelaku UMKM selama pandemi.

“Mereka rata-rata membuka order lewat online dan beraktivitas di dalam rumah. Mereka juga enjoy dan usahanya terus berjalan. Kami memantau apa kendala yang mereka hadapi, seperti packaging atau promosi,” katanya.

Sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan ketat dinyatakan juga diberikan oleh pemerintah. Penyediaan plastik, masker, hingga tempat cuci tangan di antaranya. Khusus terhadap pedagang yang hendak berjualan di Pasar Tugu wajib menjalani vaksin. Selain itu, pedagang pasar dikhususkan hanya bagi warga Kota Probolinggo, tambahnya.(Wap)

Tags: