Wali Kota Probolinggo Sosialisasikan Pelayanan Publik Berbasis Online

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi sosialisasi pelayanan publik berbasis online.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Pemkot Probolinggo, Bhirawa.
Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin membuka kegiatan Sosialisasi Pelayanan Publik Berbasis Online, di pendapa kantor Kecamatan Kademangan. Keselamatan kerja bagi para pelaku UMKM harus sangat diperhatikan. Untuk itulah Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan memberikan kemudahan dalam pelayanan berbasis online. Untuk membantu dan memudahkan pelaku UMKM dalam mendaftarkan kepesertaan pemberi kerja dan penerima kerja.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menambah wawasan dan pemahaman kita. Karena setelah kita melewati masa pandemi covid 19 berdampak terhadap perekonomian di masyarakat, utamanya para pelaku UMKM. Untung rugi sudah banyak dilalui dan saat ini perekonomian warga berangsur-angsur membaik dan pelaku UMKM di Kota Probolinggo semakin banyak dan mulai berkembang lagi. Tentunya, ini banyak membuka peluang untuk mempekerjakan pekerja,” ujar Habib Hadi, Kamis (23/6).

Untuk itu, lanjutnya, para pelaku UMKM yang mempekerjakan banyak pekerja dapat memberikan perhatian lebih, terutama untuk keselamatan dirinya sendiri dan pekerjanya saat sedang bekerja. Hal ini juga sedang menjadi perhatian khusus oleh Pemkot Probolinggo dalam mengupayakan keselamatan pelaku UMKM.

“Mudah-mudahan dari giat ini ada sisi manfaat yang bisa dilakukan oleh pemberi kerja pada usaha-usaha yang ada. Dengan BPJS Ketenagakerjaan Pemkot juga sudah mengikutsertakan PTT (Pegawai Tidak Tetap, red), RT/RW, nelayan dan pelaku UMKM. Insyaallah di tahun depan kami (Pemkot, red) juga menganggarkan untuk petani,” jelasnya.

Sebagai upaya mengantisipasi risiko terjadinya kecelakaan kerja, menurutnya, sudah menjadi kewajiban bagi para pelaku UMKM untuk mendaftarkan dirinya di program BPJS Ketenagakerjaan. Program itu sendiri menjadi salah satu program prioritas kepemimpinannya.

Pelayanan berbasis online di Kota Probolinggo sendiri sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia mencontohkan, kehadiran portal emas dalam mengurus administrasi dari RT/RW hingga ke kelurahan dan kecamatan tanpa harus bertatap muka, selama persyaratan sudah terpenuhi. Dan warga tinggal mengambil berkasnya saja ke kelurahan atau kecamatan setempat.

“Sudah banyak yang merasakan manfaatnya. Meskipun kita tidak ingin suatu hal buruk terjadi pada diri kita sendiri. Janganlah mengejar dunia yang akan kita tinggalkan, sementara ada (kehidupan) akhirat yang sudah pasti. Hidup apa adanya, lakukan yang terbaik yang kita bisa dan bermanfaatlah bagi orang lain,” pesannya. Pelaksanaan Sosialisasi Pelayanan Publik Berbasis Online diikuti oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), LPM, RT/RW, pelaku usaha UMKM dan tokoh masyarakat.

Lebih lanjut Wali Kota Hadi Zainal Abidin sebelumnyajuga sudah meluncurkan 4 aplikasi layanan masyarakat. Inovasi publik berbasis digital itu, merupakan kado bagi masyarakat yang tengah merayakan Hari Jadi Kota Probolinggo ke 662 beberapa waktu lalu.

Empat aplikasi layanan itu, yakni Probolinggo Smart Digital Melayani Masyarakat (Portal Emas) dan Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Kemudian Sistem Informasi Ijazah Online (SI IJOL) dan aplikasi Skrining Jantung RSUD dr. Moh. Saleh.

Portal Emas adalah aplikasi layanan administrasi publik terpadu tingkat kelurahan, kecamatan dan dinas secara realtime berbasis online. Memudahkan layanan publik untuk menekan ketidakjelasan prosedur, calo hingga pungli.
Di dalam Portal Emas ini, sedikitnya 32 jenis layanan telah dibakukan dan ditandatangani secara elektronik (TTE) sesuai standar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Aplikasi ini, melibatkan 1.228 ketua RT dan RW. Mereka juga mendapat paket data 8 GB setiap bulan.

“Jadi tidak hanya aplikasinya yang kami siapkan, paket datanya pun disediakan. Ini menjawab tantangan pelayanan publik seperti keterbatasan sarana prasarana, perilaku petugas yang berbelit-belit, ketidakpastian penyelesaian, ketidakjelasan prosedur,” papar Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin.

Aplikasi kedua, yakni ADM berfungsi untuk mencetak dokumen kependudukan secara otomatis. Warga cukup memindai QR Code atau memasukkan PIN yang didapat melalui aplikasi Go Online, SMS atau email DisDukcapil Kota Probolinggo.
“Mesin ADM ini menyediakan layanan lebih luas kepada masyarakat dengan pilihan berbagai layanan Dukcapil baik offline maupun online,” sebut politisi PKB itu.

Sementara SI IJOL merupakan aplikasi yang mengendalikan proses penerbitan ijazah. Mulai dari pendataan, penulisan, pengarsipan hingga pendistribusian. Proses penerbitan ijazah dapat dipantau langsung oleh masyarakat secara online. Bertujuan untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan pelanggaran dokumen ijazah.
Dalam aplikasi itu, juga ada fitur pelaporan kehilangan/kerusakan ijazah, perubahan data dan keabsahan ijazah. Dengan begitu, warga tak harus datang ke sekolah atau dinas pendidikan. Cukup klik fitur tersebut.

“Sebelumnya harus datang beberapa kali ke sekolah dan dinas, kini cukup mengajukan layanan secara online. Ke sekolah cukup datang sekali untuk mengambil dokumen asli,” ujar pria yang 2 periode duduk di kursi Senayan itu.

Aplikasi berikutnya berupa layanan di bidang kesehatan berupa Skrining Jantung RSUD dr. Moh. Saleh. Layanan yang memudahkan akses pasien dalam kegawatan jantung. Akurasi diagnosis yang tepat dan cermat, layanan ini memudahkan masyarakat dalam berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tentang gejala yang dialami terkait jantung.

“Saya mengharapkan masyarakat dapat turut aktif untuk memberikan saran dan masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi kami ke depan. Terimakasih saya haturkan kepada masyarakat atas partisipasinya dalam mensukseskan pembangunan di Kota Probolinggo,” tambah Habib Hadi.(Wap.hel)

Tags: