Wali Kota Sutiaji Imbau Media Tetap Kritisi Kinerja Pemkot Malang

Wali Kota Sutiaji Imbau Media Tetap Kritisi Kinerja Pemkot Malang.

Kota Malang, Bhirawa
Mendapat kritik dari wartawan, melalui karya jurnalistiknya, menurut Wali Kota Malang, Drs.Sutiaji, ibaratnya mendapat tambahan energi untuk membangun dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, pihaknya meminta kepada para wartawan yang bertugas di Kota Malang, untuk terus meberikan kritik kontruktif kepada Pemkot Malang agar pembangunan Kota Malang ini berjalan secara bersinergi.
“Saya minta teman-teman media untuk terus memberikan suport berupa kritik kepada kami. Semua kritik yang diberikan melalui karya jurnalistik, akan menjadi pelecut bagi kami dalam membangun Kota Malang,”tuturnya.
Ia lantas menyatakan, setiap hari membaca tulisan para wartawan, baik di media cetak maupun media elektronika. Karena hanya dengan tulisan para wartawan Kota Malang menjadi lebih dikenal lagi.
“Sutiaji dan Edi Sofyan, tidak akan alaergi dengan kritik yang disampaikan oleh teman-teman wartawan. Dan bagi kami ini sangat positif. Makanya tolong terus berikan masukan kepada kami, agar kinerja kami terkontrol,”tukasnya.
Apalagi dia menyampaikan, dalam membangun Kota Malang ini, ada konsep sinergitas penta helix dengan beberapa kalangan termasuk dengan media benar-benar harus diterapkan dan bukan sekedar slogan.
Penta helix, menurutnya tidak boleh hanya sekedar slogan saja, tapi merupakan bentuk sinergi yang menjadi keharusan untuk diimplementasikan. Karena itu pihaknya meminta diadakan acara silaturahmi Forkopimda bersama unsur media dalam mewujudkan kondusifitas kota Malang.
Menurutnya saat ini memang paradigmanya sudah berubah, kalau dulu media mau mewawancarai pejabat sangat susah karena ada sekat yang luar biasa. Tapi di era keterbukaan seperti sekarang ini, media sudah lebih mudah bertemu dengan pejabat yang ingin didapatkan informasinya.
“Banyak hal yang bisa dipublish oleh media dan itu menjadi pencerahan dan literasi bagi masyarakat,” tuturnya, disela acara di Hotel 1 O 1 Malang, Senin 25/11 petang kemarin.
Dalam era keterbukaan, kata Sutiaji, memang mau tidak mau pejabat atau publik figure selalu disorot. Seorang publik figure harus selalu dilihat dari berbagai dimensi kehidupan kesehariannya,
“Tentunya media dalam mengkritisi dan mencari informasi punya kode etik tersendiri, mana yang harus disampaikan dan mana yang tidak dan kami percaya sepenuhnya kepada media,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah kota Malang ingin membangun jejaring di antara semua kalangan termasuk media. Pemkot Malang akan terus menjalin sinergi dengan kalangan media, yang harapannya ini akan menjadi suatu kebaikan bagi semuanya.
“Karena tidak menutup kemungkinan ketika kita diboikot oleh media, pemberitaan kita menjadi lemah dan kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah juga akan mandek, tidak akan tersampaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ariful Huda Ketua PWI Malang Raya, menyampaikan bahwasannya sampai dengan hari ini, sinergi antar teman-teman media yang dalam beberapa hal ini di antaranya tergabung dalam organisasi profesi ini sudah terjalin dengan baik. Hal ini sebagai fakta bahwa beberapa dari karya jurnalistik di satu sisi ada yang menyanjung tapi juga ada yang mengkritisi.
Diharapkan kondisi seperti ini bisa terjaga dengan baik dan nantinya bisa menjadi harapan semua bahwa kota Malang menjadi salah satu kota yang kondusif.
Sementara itu Zulkifli Amrizal, Kepala Bakesbangpol Kota Malang, menambahkan Wartawan merupakan salah satu elemen yang harus dirangkul oleh Pemerintah dalam membangun Kota Malang. Karena itu pihaknya secara khusus mengundang para wartawan untuk bersama-sama memberikan sumbangsih dan pemikiranya dalam pembangunan Kota Malang.
“Wartawan merupakan bagian dari elemen pembangunan di Kota Malang. Makanya kita undang untuk duduk bersama dalam memerikan pemikiran pembangunan untuk Kota Malang,”tutur Zulkifli Amrizal. [mut]

Tags: