Wapres JK Disambati APTR Sidoarjo

5-JK-1Kab Mojokerto, Bhirawa
Kunjungan Wakil Pesiden (Wapres) Jusuf Kala (JK) ke Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Kab Mojokerto dimanfaatkan Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) jadi ajang Curhat. Dihadapan orang nomor dua di Indonesia itu, APTR meminta JK mencarikan solusi menumpuknya stock gula. Petani tebu juga berharap JK membuat kebijakan mendongkrak harga jual gula yang turun tajam.
”Dari total hasil gula petani yang ada di PG. Gempolkrep, hingga kini masih terserap 30% saja, padahal saat ini sudah mau masuk tahun giling baru,” keluh H Mubin Ketua APTR PG Gempolkrep usai bertemu JK dalam kunjungan ke PG Gempolkrep.
Soal rendahnya harga jual gula juga menjadi bahan yang dikeluhkan APTR ke JK. Pada saat lelang terakhir di PG Gempolkrep gula petani hanya dihargai Rp7.900 per kilogram. Padahal harga jual gula di pasaan sudah berkiar antara Rp8.500 hingga Rp8.900 per kilogramnya. ”Serbuan impor gula rafinasi menjadi penyebab turunnya harga gula. Karena harga gulanya rendah sehingga stock menumpuk,” tambah H Mubin lagi.
Dihadapan perwakilan petani tebu, Wapres menjanjikan tahun depan pemerintah akan memberi rekomendasi perusahaan makanan dan minuman impor sendiri gula rafinasi untuk kebutuhan produksi. Dengan pemberian rekomendasi impor sendiri, diharapkan tak ada lagi rembesan gula rafinasi di pasaran.
”Dengan kebijakan perusahaan Mamin (makanan dan minuman) untuk impor sendiri gula rafinasin, dipastikan tak merusak tata niaga gula hasil petani,” janji  JK.
Menurut JK, selama ini perusahaan Mamin membeli dari importir atau pihak ketiga. Sisa stok bisa saja merembes ke pasar lokal. Kondisi ini sangat mengganggu produk gula lokal. ”Itu nanti yang akan diatur. Sedangkan untuk membeli gula petani yang sekarang menumpuk, pemerintah akan membuat konsorsium untuk membeli gula petani dengan sistem satu pintu,” paparnya.
Sementara untuk memperkuat posisi petani tebu, JK menyarankan agar dalam kemitraan antara APTR dan PG dibentuk pola satu pintu. ”Ini untuk menekan disparitas harga gula lokal dengan gula impor.  Harga gula impor yang lebih murah menyebabkan pasar lebih melirik gula impor. Ini sangat berdampak pada angka produksi gula dalam negeri,” tandasnya.
Proteksi terhadap produk gula lokal, katanya, bisa dilakukan dengan pembatasan impor sesuai kebutuhan. Ketua APTR  Gempolkrep, H Mubin menyambut baik dan mengaku lega mendengar rencana pemerintah yang disampaikan JK itu.
”Rekomendasi perusahaan Mamin impor sendiri gula rafinasi akan dapat menggairahkan petani tebu. Karena kebijakan impor gula rafinasi yang berlaku saat ini kurang berpihak pada petani tebu, karena cenderung merugikan. Kebijakan itu menyebabkan petani terpukul akibat serbuan gula rafinasi selundupan. Harga lelang gula pabrik juga anjlok,” ungkapnya.
Wapres JK mengunjungi  PG Gempolkrep didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Hadiri juga mantan Gubernur Jatim, Imam Utomo, Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf, Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa dan Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus. Dihaapan JK, Direktur Utama PTPN X Subiyono menjelaskan tahapan proses produksi gula hingga menuju gudang jadi.
Usai meninjau PG Gempplkrep, JK langsung menuju  pabrik bioethanol yang berjarak beberapa meter dari PG. Wapres menilai PG Gempolkrep terbaik diantara empat PG yang terakhir dikunjungi.
”Kita telah meninjau dan menyoroti apa yang telah dilakukan di sini. Jadi saya dalam perjalanan sudah melihat 4 PG dan ini yang terbaik. Ada yang terburuk dan ada yang terbaik. Ini menjadi pelajaran, bagaimana yang baik itu mentransformasikan ke yang buruk,” tutur JK.
Tingkat rendemen 8% di PG Gempolkrep inilah yang disebut JK sebagai PG terbaik. [kar]

Keterangan Foto : Wapres Jusuf Kala dalam kunjungannya ke PG Gempolkrep, Kab Mojokerto. [kariyadi/bhirawa]

Rate this article!
Tags: