Warga Blokade Proyek Pembangunan Tol Sumo

6-Demo-Tol-SumoDituding Sebabkan Banjir dan Jalan Rusak
Kab Mojokerto, Bhirawa
Puluhan Warga Dusun Pecuk, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis melakukan blokade jalan menuju proyek pembangunan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IV di wilayah mereka, Senin (5/5). Masyarakat sekitar lokasi proyek menyoal aktivitas pekerjaan pembangunan tol. Mereka khawatir  pembangunan tol menyebabkan kampung banjir dan jalan kampung rusak.
Mulai  pagi, puluhan warga dengan mengendarai motor, mendatangi lokasi proyek. Mereka menagih janji PT Wijaya Karya (Wika) atas pembangunan akses irigasi di kampungnya. Pasalnya, sejak pembangunan tol, akses utama yang menghubungkan Desa Ngabar menuju Desa Canggu ini selalu tersendat akibat kerusakan jalan. ”Wilayah kita tergenang banjr akibat  saluran  air tertutup limbah proyek.” tandas Suwardi.
Menurut pria yang juga anggota BPD Desa Ngabar , protes pembuatan gorong-gorong yang sudah hilang itu, sebenarnya bukan kali pertama dilakukan warga. Beberapa bulan lalu, PT Wika sempat diundang warga untuk menyelesaikan kasus tersebut. ”Kita sudah capek menunggu realisasi janji kontraktor  proyek tol ini,” terangnya.
Suwardi menambahkan, selain pembuatan saluran air,  warga juga meminta agar kontraktor  pembangunan tol ini segera membangun jalan di kampungnya. Pasalnya, kerusakan jalan di kampung ini tak bisa lepas dari lalu lalangnya kendaraan proyek. ”PT Wika sudah pernah berjanji untuk memperbaiki jalan yang rusak,tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” kecamnya.
Dalam aksi kemarin, warga yang bergerombol juga melakukan penutupan blokade jalan. Satu truk dan kendaraan roda dua diparkir di tengah jalan. Namun, dalam beberapa menit aksi dilakukan, sejumlah aparat kepolisian terjun ke lokasi. Polisi meminta agar kasus ini diselesaikan dengan cara yang santun.
Perwakilan warga akhirnya mendatangi kantor PT Wika di Dusun Sonosari, Desa Canggu, Kecamatan Jetis dengan mendapat pengawalan dari anggota Polsek Jetis. Sementara itu di lokasi, puluhan warga masih bertahan untuk menagih janji perusahaan pelat merah tersebut.
Pantauan di lokasi, pembangunan  tol Sumo di Dusun Pecuk, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis membawa persoalan. Pasalnya, selain tak ada saluran di kanan-kiri jalan, desain pembuangan air dari badan tol langsung mengalir ke badan jalan warga. Tidak  sedikit lahan pertanian warga menjadi korban. Persawahan selalu menjadi langganan banjir setiap hujan lebat tiba.
Sementara itu, Manager proyek Tol Sumo Farid Maulidi saat dikonfirmasi menuding, aksi yang dilakukan warga untuk mendesak PT Wika menyelesaikan permasalahan itu dinilai salah alamat. Pasalnya, pemenang tender hanya bertugas mengerjakan proyek sesuai desain yang sudah disiapkan investor. ”Harusnya ke PT MNA (Marga Nujyasumo Agung). Kalau kita hanya menjalankan perintah dari desain yang sudah diberikan investor,” jelasnya. [kar]

Tags: