Warga Sempu Kediri Laporkan Korupsi Tanah Negara Rp 5,6 M

ft-babak-300x225Kabupaten Kediri, Bhirawa
Dugaan penyimpangan penyerobotan tanah negara seluas 41 hektare dengan nilai Rp 5, 6 miliar oleh oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Kabupaten Kediri dan PT Perkebunan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Ngasem Kabupaten Kediri oleh warga Desa Sempu Kecatan Ngancar Kabupaten Kediri, Senin (9/6).  Tak hanya itu warga Desa Sempu  juga melaporkan dugaan korupsi  jasa giro senialai Rp 297 juta yang  dilakukan oknum pegawai Pemkab Kediri.
Dalam Laporannya , warga yang diwakili oleh sepuluh orang langsung diterima Kepala Kejaksaan Negeri Ngasem Abraham Sahertian. Di hadapan Kajari, warga memberitahukan dokumen-dokumen dugaan penyimpangan dalam kasus dugaan penyerobotan tanah tersebut.
Salah satu warga, Trianto  mengatakan jika ada dua poin yang dilaporkan. “Dua poin ini hanya tahap awal laporan kami, dan masih banyak dugaan-dugaan korupsi lainya, mungkin minggu depan laporannya akan dilakukan menyusul,” kata Trianto usai menyerahkan dokumen laporannya.
Nanik yang juga salah satu perwakilan warga mengatakan dalam laporanya saat ini, selain penyerobotan, ternya ada jasa giro pada 2011 yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan yang belum di serahkan ke Kas Daerah Kabupaten Kediri. ” Duagaan itulah yang kami laporkan ke kejaksaan,  dan kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika memang ada konspirasi dari penegak hukum di daerah, kami akan laporkan ke Kejati Jatim, dan KPK,” kata Nanik yang enggan menyebutkan nama siapa oknum pemkab yang dilaporkan itu.
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Ngasem  Abraham Sahertian mengatakan pihaknya siap menerima laporan dari warga Sempu, namun  laporan akan ditindaklanjuti jika belum ada institusi lain yang menagani. Selain itu pihaknya juga akan menggunakan azas praduga tak bersalah, pasalnya dalam kasus korupsi dilarang mendzolimi.  “Dalam kasus korupsi yang penting ada dua bukti , dan kami berharap jika warga memiliki bukti agar bisa diserahkan ke kami,” kata Kajari di hadapan warga Desa Sempu yang tergabung dalam Sepakat Bersatu.
Usai melaporkan dugaan kasus korupsi penyerobotan tanah tersebut , perwakilan warga Sempu langsung menuju kantor Bupati Kediri untuk melakukan unjuk rasa menuntut Pemkab Kediri merealisasikan redistribusi pada 59 bidang tanah perkebunan Sumbersari Petung. [mb2]

Keterangan Foto : Kantor Kejaksaan Negeri Ngasem Kabupaten Kediri.

Tags: