Warga Desa Tulungrejo Kota Batu Bentuk Pokja Bahas Poin Pemekaran Desa

Perwakilan warga Desa Tulungrejo dalam Pokja Pemekaran Desa saat melakukan rapat pembahasan poin proposal di Warung Wareg Kota Batu, Senin (24/2) malam.

Kota Batu,Bhirawa.
Warga Desa Tulungrejo, yang berada di Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo sangat pro aktif dalam menanggapi wacana dilakukannya pemekaran beberapa Desa di Kota Batu. Hal ini ditunjukkan dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pemekaran Desa Tulungrejo. Pada Senin (24/2) malam, pokja ini telah melakukan rapat untuk membahas poin-poin yang akan dimasukkan dalam proposal.
“Jadi Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo ini beranggotakan 19 orang perwakilan warga dan beberapa orang Ketua RW dari Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo,”ujar sang Ketua Pokja, Suparman, Selasa (25/2).
Ia menjelaskan bahwa pokja ini telah melaksanakan rapat bertempat di Warung Wareg Bendo Jl. Raya Dieng No. 9 Desa Sidomulyo Kota Batu, Senin (24/2) malam. Dalam rapat ini mereka membahas poin-poin yang akan dimasukkan dalam Proposal Pengajuan Pemekaran Desa Tulungrejo.
Adapun pembuatan proposal ini murni inisiatif dari masyarakat Desa Tulungrejo. Nantinya proposal iniakan diserahkan kepada Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Desa Tulungrejo, Camat Bumiaji dan Walikota Batu.
Di sisi lain, saat ini warga di seluruh RT di Desa Tulunrejo tengah mengadakan jajak pendapat. Nantinya hasil hasil jajak pendapat warga ini juga akan dijadikan lampiran dalam proposal tersebut.
Sebelum melakukan rapat internal, Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo ini juga telah melakukan audiensi dengan Wakil Walikota Batu yang didampingi beberapa Kepala OPD terkait. Dalam audensi tersebut, Pokja meminta kepastian syarat untuk bisa dilakukan pemekaran Desa.
Kemudian disampaikan Kabag Hukum Pemkot Batu, Muji Dwi Leksono bahwa sesuai Peraturan Daerah Kota Batu No. 1 tahun 2015 tentang Desa, ditegaskan bahwa jumlah penduduk untuk pemekaran Desa paling sedikit 6.000 jiwa atau 1.200 kepala keluarga.
Adapun saat ini jumlah penduduk di Desa Tulungrejo sudah mencapai 1.359 Kepala Keluarga. Jadi sudah sangat memenuhi syarat untuk segera dilakukan pemekaran desa.
Adapun untuk pembiayaan yang akan dikeluarkan untuk operasional kesekretariatan, Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo telah menyepakati bahwa untuk sementara pembiayaan dilakukan secara swadaya. “Biaya akan dikeluarkan warga dengan patungan bagi peserta rapat setiap ada pertemuan,”ujar Suparman.
Anggota pokja juga mendapatkan penjelasan dari Kabag Pemerintahan Kota Batu, Dyah Lies bahwa pada tahun 2020 ini akan melakukan kajian pemekaran desa di Bagian Pemerintahan. Adapun kajian pemekaran ini akan dianggarkan dari APBD Perubahan tahun 2020.(nas)

Tags: