Warga Dungkek Keluhkan Minimnya Penerangan Jalan

23-bupati-sumenepBupati Sumenep Temui Nelayan Dungkek
Sumenep, Bhirawa
Bupati Sumenep, KH A Busro Karim didampingi sejumlah kepala dinas Pemkab Sumenep menemui masyarakat nelayan di Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Sumenep. Dalam pertemuan informal itu, Bupati berkomunikasi langsung dengan para nelayan, menanyakan mengenai kebutuhan masyarakat setempat.
Masyarakat terlihat senang dan antusias saat Bupati datang. Masyarakat langsung mencium tangan bupati satu persatu, sebab sejak puluhan tahun desa yang berdekatan dengan pelabuhan Dungkek itu tidak pernah didatangi bupati Sumenep.
“Ini sebuah kebanggaan bagi masyarakat disini, selama 80 tahun Soongan, Desa Dungkek ini belum pernah disinggahi bupati, baru sekarang ini,” kata salah seorang warga setempat, Sahrudi,  Selasa (22/4).
Dalam pertemuan itu, para nelayan mengelukan minimnya penerangan disejumlah akses jalan di desa setempat, bahkan dapat dikatakan tidak ada sehingga menghambat perkembangan ekonomi, karena aktifitas nelayan sering kali disaat malam hari.
“Yang sangat kami butuhkan pak Bupati, penerangan jalan disini sangat minim,  ada sekitar 6-6 titik yang perlu adanya penerangan jalan, untuk itu kami sangat berharap agar pemerintah memberikan penerangan jalan sebagaimana kami butuhkan,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Sumenep, KH A Busro Karim langsung menghubungi pihak terkait agar memberikan penerangan jalan tersebut sebagaimana dibutuhkan masyarakat setempat.
“Insyaallah dalam waktu dekat penerangan jalan itu sudah terpenuhi karena saya sudah menghubungi dinas terkait,” ungkap Bupati dihadapan para nelayan.
Menurut Bupati, kedatangannya ke desa yang mayoritas warganya sebagai nelayan itu, selain kangen, juga untuk mengetahui kondisi masyarakat nelayan yang ada di Kecamatan Dungkek tersebut. Dengan turun langsung kemasyarakat, bisa mengetahui kondisi riil dimasyarakat, tidak hanya menerima laporan dari masing-masing SKPD terkait.
“Kami hanya ingin tahu kondisi masyarakat, apa yang menjadi keluhan masyarakat bisa diketahui dengan cara bertemu langsung seperti ini,” terang Bupati.
Untuk mendukung peningkatan pembangunan di kabupaten ujung timur Madura ini, Bupati menilai, silaturrahim dengan masyarakat sangat diperlukan, sebab keluhan atau masukan dari masyarakat langsung sangat menjadi kebutuhan. Dari masukan masyarakat tersebut, pemerintah bisa mengalokasikan anggaran demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.
“Salah satu bentuk silaturrahim seperti ini harus dibangun, agar kami dipemerintahan bisa mengetahui apa sih yang menjadi keluhan masyarakat. Kami tidak bisa melangkah tanpa adanya masukan dan dukungan dari masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa anggaran perbaikan jalan yang merupakan menjadi salah satu akses peningkatan perekonomian masyarakat tahun 2014 ini sebesar Rp82 Miliar, sedangkan untuk Kecamatan Dungkek sendiri sebesar Rp1,5 Miliar.
“Kalau anggaran perbaikan jalan se-kabupaten Sumenep tahun 2014 ini kami anggarkan sebesar Rp82 Miliar, untuk Kecamatan Dungkek saja sebesar Rp1,5 Miliar,” tukas Bupati.
Selain silaturrahim, Bupati juga memberikan bantuan kepada masyarakat berupa beras sebanyak 75 sak, per saknya berisi 5 kilogram.  [sul]

Tags: