Warga Kabupaten Malang Langgar Protokol Kesehatan di Sidang Ditempat

Forkompinda Kab Malang saat menyaksikan warga yang melanggar protokol kesehatan di sidang oleh Hakim PN Kepenjen, di area Pasar Kepanjen, Kab Malang. (cahyono/Bhirawa)

Kab Malang, Bhirawa
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Malang telah melakukan Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan, di area Pasar Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Sedangkan Opreasi Yustisi tersebut telah berhasil menindak masyarakat yang tidak memakai masker atau melanggar aturan protokol kesehatan Corona Virus Disease (Covid-19).

Sehingga masyarakat yang sengaja tidak memakai masker langsung dilakukan sidang di tempat, dan dikenakan denda melalui putusan Hakim dari Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang. Sedangkan denda yang dikenakan bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan bervariatif, dan denda maksimal Rp 100 ribu bagi yang tidak memakai masker.

Beberapa masyarakat yang terjaring Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan di area Pasar Kepanjen, kata Bupati Malang HM Sanusi, Senin (14/9), usai menggelar Operasi Yustisi di area Pasar Kepanjen, hal ini sebagai langkah awal, untuk menindak para pelanggar protokol kesehatan. Sehingga masyarakat yang terjaring dan ditindak, nantinya untuk sebagai data, serta mereka diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya atau diwajibkan memakai masker saat berada di tempat umum. 

“Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan langsung dipimpin oleh
Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Letkol (Inf) Yusub Dondy Sandra, yang kini juga menjabat sebagai Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sanusi, dalam operasi kali ini, juga dihadirkan langsung sejumlah Hakim dan Jaksa. Sedangkan tugas mereka, untuk menindak masyarakat yang tidak memakai masker atau melanggar protokol kesehatan Covid-19 di tempat umum. Sehingga Operasi Yustisi ini sebagai upaya kita untuk menegakkan kedisiplinan bagi masyarakat, terutama kewajiban memakai masker. Dan bagi masyarakat yang tidak disiplin nantinya bisa dilakukan sidang ditempat. Serta dikenakan denda, maksimum Rp 100 ribu.

“Penindakan terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan akan terus kita lakukan sampai masyarakat betul-betul disiplin dalam menggunakan masker. Karena dengan cara memakai masker inilah, dirinya yakin bisa menekan penyebaran wabah Covid-19,” tegas dia.  

Dan sebelum dilakukan Operasi Yustisi ini, masih Sanusi tegaskan, pihaknya sudah membuat Surat Edaran (SE) terkait agar masyarakat Kabupaten Malang wajib menggunakan masker saat ditempat umum, juga harus selalu jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun. Sedangkan saat di tempat umum, maka harus jaga jarak dan jangan bersentuhan langsung, seperti bersalaman.  

Ditempat yang sama, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menambahkan, Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan ini dilakukan untuk menertibkan masyarakat yang masih enggan menggunakan masker. Sedangkan penindakan dalam Operasi Yustisi ini, kita lakukan karena ada dua hal. Pertama, masih ada masyarakat yang tidak menggunakan masker. Kedua belum adanya kesadaran dari masyarakat yang meningkat meski sudah kena sangsi.

“Jadi dalam Operasi Yustisi ini sebagai bentuk penindakan yang seragam. Dan langsung kita kenakan tindak pidana ringan dimana dendanya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan bagi pelanggar memang harus diberikan tindakan yang tegas, hal ini telah mempunyai dasar hukum serta legalitas yang jelas,” tandasnya.(cyn)

Tags: