Warga Keluhkan Bau Menyengat Limbah Pabrik, Pemerintah Harus Ambil Langkah Tegas

Beberapa pengurus PMII Bondowoso saat melihat langsung ke salah satu lokasi yang terdampak limbah pabrik sumpit, yang dikeluhkan warga sekitar. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Warga sekitar pabrik pembuatan sumpit dan pabrik Kertas yang terletak di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso merasakan betul atas limbah pabrik yang mencemari lingkungannya. Dari bau menyengat air limbah pabrik yang mencemari melalui selokan hingga ke sumur rumah-rumah warga sekitar.

Seperti yang dirasakan salah seorang warga sekitar, Ali Rohbini mengaku jika aliran air dari limbah pabrik pembuatan sumpit itu berbusa dan berwarna hitam dan baunya pun menyengat.

Kata dia, warga sekitar khususnya Dusun Daringan pun telah banyak yang mengeluhkan atas limbah yang dikeluarkan dari pabrik PT. Bonindo Abadi itu. Menurutnya, warga menginginkan pengolahan limbah pabrik itu dikelola dengan baik. Bukan pabriknya ditutup.

“Ya kalau begini mencemari lingkungan. Baunya menyengat dan mengganggu kesehatan,” ungkapnya.

Bahkan warga sekitar memberikan ultimatum dan mereka juga sudah melayangkan surat terdampaknya limbah. Dengan langsung ditandatangani 100 warga yang terdampak aliran limbah pabrik tersebut.

Yang mana surat pernyataan keberatan tersebut sudah dikirimkan kepada pihak pabrik, dengan tembusan bupati, OPD terkait, aparat yang berwenang dan muspika setempat.

“Warga beri waktu seminggu. Kalau tidak ada solusi warga akan menutup paksa aliran air limbah itu,” tandasnya.

Sementara itu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bondowoso meminta pada Pemerintah Daerah agar bertindak tegas akan limbah pabrik yang mencemari lingkungan warga tersebut.

Hal ini setelah Ketua Umum PC PMII Bondowoso, Saiful Khoir, A.Ma didampingi oleh Sekretaris Umum PC PMII Bondowoso, Daimul Ichsan, turun langsung ke lapangan mendengar keluhan warga yang terdampak limbah pabrik tersebut pada, Jum’at (29/1) lalu.

Saiful Khoir mengatakan, untuk mengetahui langsung bagaimana dampak yang dirasakan oleh warga setempat akibat limbah pabrik tersebut. Adapun hasil dan temuan pihaknya di lapangan. Warga sekitar merasakan bau tak sedap, hingga air sumur kotor dan bau, sehingga tidak dapat digunakan.

“Limbah ini, sangat berdampak terhadap warga disini, bau tak sedap hampir didengar setiap hari hingga berbulan-bulan, kadang tak jarang air limbah meluap hingga ke permukiman warga,” ungkap Khoir menurut keterangan warga.

Tak hanya itu, berdasarkan hasil pengumpulan data bahwa warga sekitar telah dua tahun merasa terganggu akan limbah itu. Warga sekitar pun berharap pemerintah secepatnya memberikan solusi.

Untuk itu, PMII Bondowoso meminta pada DLHP setempat agar segera mengambil tindakan untuk menangani masalah ini. Karena berdasarkan hasil temuan pihaknya di lapangan, terdapat beberapa titik di dusun Delingan yang sangat terdampak akibat limbah.

“Dari air sumur keruh dan tidak dapat digunakan dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Oleh karenanya pemerintah terkait harus segera bertidak tegas dalam menyelesaikan persoalan limbah ini,”katanya, Sabtu (30/1) pada awak media.

Tak hanya pada pemerintah, Khoir pun meminta pada pihak Pabrik agar segera mencari solusi. Semisal menyediakan alat atau tekhnologi pengelola limbah. Atau menyediakan saluran khusus pembuangan limbah.

“Jika pemerintah dan pihak pabrik enggan merespon, maka PC PMII Siap mengawal hingga tuntas dalam persoalan ini.” pungkasnya.

Disisi lain, Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Ari Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan langsung ke lokasi beberapa waktu lalu. Bersama instansi terkait guna mengambil sample limbah.

“Nantinya sample limbah itu bakal di uji di laboratorium. Nanti hasilnya seperti apa, akan kami kabarkan kembali,” ungkapnya. [san]

Tags: