Warga Kota Probolinggo dan Yonzipur Kompak Atasi Krisis Air Bersih

Yonzipur terjunkan mobil tangkinya untuk tangani krisis air.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Kekompakan dibalik keterbatasan air bersih di Kota Probolinggo menyisakan rasa haru bagi Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Meski tidak sampai 10 persen dari jumlah warga kota yang menjadi pelanggan PDAM, ia kagum karena semua instansi ikut bahu-membahu mengatasi masalah tersebut.
Memang, hingga kini masih belum ada kepastian kapan perbaikan pipa utama PDAM Kota Probolinggo di Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo rampung diselesaikan. Namun berbagai upaya dari semua lini tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dan instansi lainnya.
“Saya terharu atas semua kekompakan ini, saling bergandengan tangan berbagi air bersih untuk masyarakat. Saya juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat khususnya pelanggan PDAM selama beberapa hari ini,” ujar Wali Kota Habib Hadi, Rabu 12/2/2020 pagi.
Sejak pipa PDAM diperbaiki droping air dilakukan menggunakan truk tangki milik Pemerintah Kota Probolinggo ke rumah-rumah warga. Antara lain armada milik PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR dan Perkim, Damkar, Kodim/Koramil, Polres Probolinggo Kota, Yon Zipur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kota/Kabupaten Pasuruan. Bahkan, tiga pilar di Kecamatan Wonoasih pun peduli air bersih.
“Terima kasih banyak kepada OPD, tenaga relawan, TNI, Polri, Tagana, Damkar, semua pihak dan swadaya masyarakat yang ikut membantu kami mendistribusikan air bersih ke masyarakat. Saya sangat menghargai semua bantuan yang telah diberikan dan sangat bermanfaat,” ucap Habib Hadi.
Di beberapa permukiman pun sekarang ini terlihat selang air tersambung dari satu rumah ke rumah yang lain. Ini karena ada warga yang murni hanya punya PDAM untuk kebutuhan air, tapi masih banyak juga warga yang menggunakan PDAM dan air tanah.
Dengan bergotongroyong, lanjut wali kota, dapat mempererat kekeluargaan antar sesama sehingga tercipta suasana yang harmonis antar warga. “Wujud kebersamaan dan kekompakan yang harus terjalin ini dapat membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air karena dampak kerusakan pipa PDAM,” imbuh Habib Hadi.
Sebuah pikap berisi beberapa drum air bersih pun diluncurkan Muspika Wonoasih. Peran pemerintahan kecamatan bersama muspika ini diharapkan dapat sedikit membantu permasalahan yang ada saat ini mengemuka terkait aliran PDAM. “Di lapangan kami juga memberi edukasi agar masyarakat bisa memahami jika PDAM sedang bekerja keras melakukan penanganan atas kebocoran pipa di Ronggojalu,” terang Camat Wonoasih Deus Nawandi.
Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo agar perbaikan pipa PDAM segera terselesaikan. Yang terbaru, Wali Kota Hadi Zainal Abidin telah menandatangani surat untuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terkait permohonan bantuan.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Amin Fredy bersama tim PDAM Kota Probolinggo mendapat mandat dari Wali Kota Habib Hadi untuk mengawal upaya itu. “Ini namanya upaya, kami minta bantuan ke gubernur maupun Kementerian PUPR kaitan dengan kondisi pipa induk PDAM yang rusak. Kami usulkan ke menteri kalau ada bantuan sarana prasarana. Misalnya, bantuan tangki air agar bisa tersalur ke masyarakat,” jelas Amin.
Pemerintah Kota Probolinggo juga memohon bantuan revitalisasi pipa air ke kementerian. “Dengan model pergantian atau pipa mana yang harus diganti. Karena ini membutuhkan teknologi yang lumayan,” ujar Amin yang kemarin Selasa 11/2 telah menemui Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Timur.
Surat itu ditujukan ke gubernur, tembusan ke Dinas PUD SDA. Kemudian surat kedua permohonan ke Kementerian PUPR melalui Balai Permukiman Prasarana Jawa Timur.
Meski begitu, surat tersebut tetap harus diajukan ke Kementerian PUPR di Jakarta agar memberikan keputusan atas surat permohonan tersebut.
“Upaya-upaya ini kami lakukan, karena sudah sangat prihatin kondisi PDAM. Masyarakat juga akhirnya terdampak. Kami tidak menutup mata, pipa itu sudah dilas dan tertutup tapi begitu mendapat tekanan langsung retak. Mohon doa dari warga untuk segera tuntas,” sambung mantan Kepala Dinas PUPR itu.
Dalam kunjungannya ke provinsi, Amin Fredy pun mendapat masukan, jika mau revitalisasi pipa PDAM maka harus segera membuat DED (Detail Engginering Design). Masukan ini akan disampaikan kepada wali kota mengingat penganggaran tahapan revitalisasi harus disiapkan dahulu.
Karena kedaruratan yang terjadi, BPBD Kota Probolinggo berkoordinasi dengan BPBD lintas daerah dan mendapat bantuan armada. Antara lain 2 unit (5000-6000 liter) dari BPBD Kabupaten Probolinggo; 1 unit (5000 liter) dari Kabupaten Pasuruan; 1 unit (5000 liter) dari Kota Pasuruan dan 1 unit (8000 liter) dengan 15 personil dari Yon Zipur.
“Ini adalah bentuk sinergi lintas instansi dan alhamdulillah mendapat respons. Sudah sejak pukul 10 pagi tadi hingga sekarang (pukul 17.00) masih keliling di wilayah kota. Data sasaran kami ikut dari 112 dan PDAM supaya tidak tumpang tindih,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo.
Saat ditanya sumber air yang diambil oleh truk-truk tangki tersebut, Sugito menjelaskan untuk Yon Zipur dari Umbulan Winongan, BPBD Kabupaten Probolinggo dari air bawah tanah kantornya yang sudah layak minum. Sedangkan truk tangki lain ambil dari tandon PDAM di Tegalsiwalan.
Untuk besok 13/2, Sugito berkoordinasi dengan PDAM untuk memetakan sasaran droping air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Probolinggo. “Alhamdulillah bantuan ini sangat diharapkan masyarakat. Namun kendalanya, karena armada cukup besar maka kesulitan masuk ke gang-gang kecil namun PDAM sudah menentukan titik-titik mana. Sore ini, truk tangki dari Dinas PUPR dan Permukiman juga ikut turun, tambahnya.(Wap)

Tags: