Warga Panik Cium Bau Belerang Bromo

6-FOTO OPEN hil-0805-gunung bromo saat mengeluarkan asap putih1Pasuruan, Bhirawa
Warga yang tinggal di Desa Tutur Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan sempat dibuat panik. Pasalnya, warga tiba-tiba mencium bau belerang yang menyengat di hidung. Warga pun khawatir aroma belerang itu bersumber dari aktivitas Gunung Bromo yang lokasinya tak jauh dari Kecamatan setempat.
Bau itu muncul sekitar delapan jam atau mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 06.30 WIB. Akibatnya warga pun menjadi was-was. “Sudah empat hari lalu bau belerang yang menyengat ini muncul. Biasanya pada malam hari sampai pagi hari. Kami di sini sangat was-was,” kata Novi, warga Tutur Kabupaten Pasuruan, Kamis (8/5).
Menurut Novi, jika warga yang mencium belerang dalam waktu lama akan berakibat mengganggu kesehatan. Meskipun saat warga belum berdampak belerang tersebut. “Tidak seperti biasanya. Kalau malam sering di dalam rumah karena bau belerangnya sangat menyengat. Belum ada tindakan dari perangkat desa,” jelas Novi.
Diketahui, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PMVBG) di Pos Pengamatan Gunung Bromo, di Desa Cemorolawang Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan pada gempa tremor sejak beberapa hari yang lalu.
Sejak Sabtu (26/4) yang lalu, Gunung Bromo mengalami gempa tremor. Tercatat dengan amplitudo maksimal 12-25mm. Sedangakn pada Selasa (29/4) kemarin, gempa tremor yang mengakibatkan adanya amplitudo maksimal menurun menjadi 7-20mm.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko mengaku belum mengetahui soal bau belerang itu. Pihaknya mengatakan akan berkoordinasi dengan camat setempat maupun pengamat Gunung Bromo. “Kami belum mendapatkan laporan dari Camat setempat. Tapi kami akan koordinasi dahulu, termasuk ke pengamat Gunung Bromo,” kata Yudha Triwidya Sasongko. [hil]

Keterangan Foto : Warga Tengger melihat langsung kondisi Gunung Bromo yang kini sudah mengeluarkan asap tebal putih dari puncak penanjakan di Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. [hilmi husain/bhirawa)

Rate this article!
Tags: