Warga Sidoarjo Tak Minat Jadi TKI

Husni Thamrin

Husni Thamrin

Sidoarjo, Bhirawa
Di Kab Sidoarjo sudah banyak berdiri perusahaan, sehingga tak banyak warga Sidoarjo yang berminat untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dalam satu tahun, menurut data Dinsosnakertrans Sidoarjo, mereka yang jadi TKI kebanyakan hanya di bawah angka 100 saja. Seperti tahun 2013 lalu,  jumlah warga Sidoarjo yang jadi TKI hanya sekitar 70 an orang saja.
”Justru yang banyak jadi TKI, malah orang dari luar Sidoarjo,” sebut Kepala Dinsosnaker Sidoarjo, Husni Thamrin SH MM, Selasa ( 29/4) kemarin.
Orang dari luar Sidoarjo itu, kata Thamrin, diberangkatkan oleh sejumlah perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia ( PJTKI) luar negeri yang ada di Sidoarjo. Para TKI dari luar Sidoarjo itu, banyak berasal dari daerah seperti Kab Tulung Agung, Banyuwangi, Madiun, Pacitan, Kediri dan Malang Selatan.
Meski minat warga Sidoarjo untuk jadi TKI ke luar negeri tak tinggi, tapi menurut Thamrin, kesempatan kerja ini tetap akan disosialisasikan pada masyarakat. Harapannya, bila ingin menjadi TKI ke luar negeri agar menjadi TKI yang punya ketrampilan dan prosedurnya legal. Jangan hanya karena adanya iming-iming gaji tinggi tapi mengabaikan prosedur dan persyaratan.
”Karena bila jadi TKI illegal di luar negri, akan menanggung masalah di belakang hari,” jelas Thamrin, yang juga dibenarkan Kasi Perluasan Tenaga Kerja, Sutini SH.
Disampaikan Thamrin, selama ini mereka yang jadi TKI ke luar negeri itu rata-rata menjadi pembantu rumah tangga (PRT). Seperti di Hongkong dan Singapura. Namun mulai tahun 2014 ini, sejumlah negara ada yang membutuhkan untuk tenaga formal. Seperti di Negara Taiwan, Malaysia dan Korea. [ali]

Rate this article!
Tags: