Warga Surabaya Gelar Jalan Sehat-Konsolidasi Penghapusan Surat Hijau

2-jalan sehatSurabaya,Bhirawa
Ribuan warga Ngagel Dadi, Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya mengkonsolidsaikan perjuangan penghapusan surat hijau salah satunya dengan cara menggelar acara jalan sehat di halaman kampus IKIP PGRI, Minggu (30/11) pagi.
Ketua panitia Edi Kumaidi mengatakan acara yang diikuti ribuan warga Ngagel dan sekitarnya ini merupakan yang pertama kali, namun dirinya berharap kegiatan ini menjadi
agenda tahunan.
“Jujur ini adalah adalah acara pertama kami, namun melihat animo masyarakat yang luar biasa, kami berharap bisa membuatnya setiap tahun,” katanya.
Menurut dia, acara dini dikemas untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, seluruh peserta jalan sehat yang didampingi sejumlah pejuang bersepeda kuno terus memekikkan kata MERDEKA di sepanjang jalan sebagai ungkapan rasa patriot dan kebanggaannya sebagai bangsa Indonesia.
Disamping menyediakan berbagai hadiah yang jumlah dan nilainya cukup fantastis, panitia juga menggelar aksi sosial yakni donor darah yang seluruh peralatan dan personil didukung oleh PMI Kota Surabaya di lokasi.
Setelah seluruh peserta masuk garis finis, panitia menyediakan sajian hiburan musik dangdut sehingga seluruh peserta bisa turut berjoget sembari menikmati berbagai kuliner yang stannya berderet di pinggir halaman kampus.
Namun secara mendadak musik dihentikan, dan seluruh panitia berkumpul didepan panggung dan orasipun mulai digelar.
Juru bicara jalan sehat Miko Saleh mengatakan pihaknya terus menagih janji wali kota saat kampanye untuk memebaskan status lahan surat hijau.
“Acara jalan sehat ini kami gelar untuk memberikan kegiatan sekaligus hiburan sehat kepada masyarakat kami, namun sejatinya ada yang lebih penting yakni terkait status surat hijau tanah yang kami tempati,” pria yang juga ketua East Java Coruption and Judicial Watch Organizatian (ECJWO) ini.
Miko mengatakan status surat hijau saat ini hanya ada di Kota Surabaya, tidak ada di wilayah lain se-Indonesia. “Kami juga melihat bahwa Pemkot Surabaya dan DPRD tidak serius dalam pembahasannya, sehingga tarik ulur masih terjadi dan tidak berujung,” katanya.
Untuk itu, lanjut dia, warga Ngagel Dadi akan bersatu padu berjuang ke Pemkot Surabaya agar persoalan ini tuntas. [gat]

Tags: