Wartawan dapat Pembekalan Pra UKW saat Peringati HPN di Pemkab Madiun

Peringatan HPN 2024 oleh Pemkab Madiun, dengan disaksikan Pj. Bupati Madiun, Ir. Tontro Pahlawanto dilakukan pemotongan tumpeng oleh salah satu wartawan senior dari Harian Bhirawa, Sudarno, yang diserahkan kepada Dwi Purwanto dari Jaya Baya salah satu rekannya, Selasa (20/2). (sudarno/bhirawa)

Kabupaten Madiun, Bhirawa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, menggelar Hari Pers Nasional (HPN) di Pendopo Muda Graha, Selasa (20/2).
Kesempatan itu, Pemkab Madiun melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), mengundang Pemimpin Redaksi Solopos, Rini Yustiningsih, untuk memberikan pembekalan pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi wartawan yang biasa meliput di wilayah Kabupaten Madiun yang belum mengikuti uji kompetensi.
Menurut Pemimpin Redaksi Solopos, Rini Yustiningsih itu, peserta UKW , selain harus memenuhi syarat administrasi yang ditetapkan oleh Dewan Pers, juga diuji dengan beberapa materi.
“Bahasa jurnalistik itu, harus hemat, lugas, umum, hindari kata-kata mubazir, ringkas, padat, mudah dipahami, efektif, efisien, dan enak dibaca. Kemudian bermakna tunggal, tidak konotatif, tidak bertele tele,” terang Rini Yustiningsih.
Ditekankan oleh Rini, agar wartawan memperhatikan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) atau memperhatikan prinsip bahasa jurnalistik serta memperhatikan kelengkapan berita agar akurat.
“Tahapannya, yakni menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah yang meliputi memilih dan memilah, menyajikan dan menyebarkan dalam bentuk tulisan,” ungkapnya.
Yang tak kalah penting dalam menulis berita, urainya, menentukan sudut pandang atau memposisikan diri sendiri sebagai pembaca. “Kira kira hal apa yang paling ingin anda ketahui, itulah yang dijadikan sudut pandang. Sudut pandang sangat penting karena untuk mengawali sebuah lead minimal 4W (what/apa, who/siapa, when/kapan, where/dimana).
Kemudian lanjutnya, tambahkan informasi pendukung atau W kelima yaitu why/mengapa, how/bagaimana. Masukkan sebagai unsur pendukung. Gunakan konsep piramida terbalik, tambahkan kutipan sebagai penegasan, penjelasan, pemaparan, pendukung dan penggambaran ekpresi nara sumber,”tegasnya.
Kesempatan itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Madiun, Drs. Sawung Rehtomo, M.Si mengatakan, UKW yang difasilatasi Pemkab ini, merupakan realisasi pertemuan antara Penjabat (Pj) Bupati Madiun dengan wartawan pada 19 Oktober 2024, lalu.
“Untuk kuota, pada UKW yang akan kami selenggarakan di Sarangan, Magetan, pada bulan April nanti, sebanyak 24 wartawan,” jelas Sawung Rehtomo.
Sementara itu, Pj. Bupati Madiun, Ir. Tontro Pahlawanto, mengatakan, untuk kuota tambahan, akan diusahakan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2024. “Bertahap ya. Kami mengitung anggaran. Jadi tidak bisa sekaligus semuanya,”kata Tontro Pahlawanto.
Dalam HPN dengan tema “Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa” ini, juga dengan disaksikan Pj. Bupati Madiun, Ir. Tontro Pahlawanto dilakukan pemotongan tumpeng oleh salah satu wartawan senior dari Harian Bhirawa, Sudarno, yang diserahkan kepada Dwi Purwanto dari Jaya Baya salah satu rekannya. (dar.gat)

Tags: