Warung Nasi di Tulungagung Bisa Bayar Hanya dengan Doa

Sejumlah warga menikmati makan siang yang disediakan Warung Mbok Berkah dengan hanya bayar dengan doa atau bayar cuma Rp2 ribu saja per porsi.

Warung Mbok Berkah Bantu Warga Terdampak Pandemi dan yang Isoman
Kab Tulungagung, Bhirawa
Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda memantik banyak empati dari masyarakat. Mereka pun membuat berbagai macam amal, untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung virus mematikan tersebut. Seperti yang dilakukan warga di Kabupaten Tulungagung ini, yang membuka warung nasi hanya dengan membayar dengan doa.
Warung nasi ini tidak tampak mencolok. Boleh dibilang sama persis dengan warung pinggir jalan lainnya. Namun yang membedakan, di warung yang beralamat di Jl KH Abdul Fatah Barat, Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung itu menyediakan makan siang gratis bagi semua warga yang datang. Utamanya, yang terdampak pandemi Covid-19.
“Silakan makan siang di sini. Boleh hanya bayar dengan doa atau bayar dengan uang Rp2 ribu saja per porsi,” ujar Ketua Warung Mbok Berkah, Agus Mustaqiem, saat ditemeui Bhirawa, Sabtu (31/7) lalu.
Agus sudah sebulan terakhir bersama tiga rekannya yang lain membuka dan menjadi pengurus warung makan gratis yang dinamakan Warung Mbok Berkah tersebut. “Mbok Berkah artinya semoga berkah. Mbok dalam bahasa Jawa artinya semoga,” tuturnya.
Warung nasi yang sebagian besar pembiayaannya berasal dari para donatur ini, menurut Agus setiap hari menyediakan 100 porsi makan gratis dengan menu yang juga berubah setiap harinya. Rata-rata buka sekitar pukul 11.00 WIB. Dan akan habis pada pukul 14.00 WIB.
“Warga cukup antusias dengan pembukaan Warung Mbok Berkah. Tiap hari selalu habis, tetapi kami ingin banyak lagi warga yang datang, sehingga makanan yang kami sediakan bisa lebih cepat habisnya. Warung Mbok Berkah buka setiap hari. Kecuali hari Jumat libur,” paparnya.
Pria paruh baya ini membeberkan pembukaan warung nasi tersebut memang sengaja untuk membantu warga yang terdampak Pandemi Covid-19. Terlebih bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).
“Sejak 2017 lalu kami sudah melakukan kegiatan dengan pembagian nasi kotak pada setiap hari Jumat. Tetapi di saat pandemi Covid-19 tidak kunjung selesai, kami kemudian beralih membuka warung nasi yang bisa buka setiap hari dan memberikan makanan pada yang membutuhkan. Jadi tidak hanya sekali saja dalam seminggu,” ungkapnya.
Selama ini, imbuh Agus, tidak ada persoalan dengan biaya operasional warung. Sumbangan dari donatur terus mengalir menutup biaya operasional yang setiap harinya bisa mencapai Rp 500 ribu. Bahkan donatur banyak yang datang langsung ke Warung Mbok Berkah dan mereka juga makan di tempat.
“Ada banyak yang seperti itu. Ada dokter dan lainnya. Mereka kemudian memasukkan uang donasinya ke kotak yang biasa digunakan pengunjung untuk bayar Rp 2 ribuan,” paparnya lagi.
Jika dihitung antara warga yang membayar dengan doa dan yang membayar dengan uang Rp2 ribuan, Agus menyatakan lebih banyak yang membayar dengan doa. “Tetapi banyak juga yang membayar lebih besar lagi. Itu mungkin sekalian sambil berdonasi juga,” katanya.
Agus menyebut, Warung Mbok Berkah menyediakan makanan gratis pada semua kalangan. Tidak membedakan suku, ras dan agama. Termasuk profesi atau kaya dan miskin. Semua warga boleh makan gratis atau berdonasi di warung tersebut.
“Pengamen, pemulung atau pengemis juga banyak yang datang. Meski semula mereka sungkan masuk ke dalam warung, tetapi setelah kami paksa mereka akhirnya mau. Kami memang ingin semua kalangan dapat menikmati menu makan yang kami sediakan,” ucapnya.
Yang jelas lagi, tandas Agus, menu makan di Warung Mbok Berkah meski gratis atau berbayar hanya Rp2 ribu tetap mengutamakan kandungan gizi dan citarasa. “Setiap hari menu berubah. Terkadang sop ayam, rawon, soto atau gudeg. Waktu Hari Raya Idul Adha lalu, kami pun sediakan nasi kebuli karena banyaknya daging qurban yang kami terima,” pungkasnya.
Sementara itu, Sutrisno, salah seorang pengunjung Warung Mbok Berkah yang makan di tempat menyatakan cukup terbantu dengan penyediaan makan siang gratis tersebut. “Dengan kerjaan yang tidak pasti seperti sekarang ini bisa mengurangi beban pengeluaran,” tuturnya. [Wiwieko Dh]

Tags: