Waspada Covid-19, Berhentikan Kendaraan di Exit Tol Pasuruan

Wakil Bupati Pasuruan, KH A Mujib Imron saat mempimpin penyemprotan di semua exit tol Pasuruan, Senin (30/3). Penyemprotan mencegah merebaknya virus covid-19. [Hilmi Husain]

Perantau Asal Jakarta Langsung Dikarantina
Pasuruan, Bhirawa
Gelombang kedatangan perantau dari Jakarta mulai berdatangan masuk di wilayah Kabupaten Pasuruan. Begitu datang, mereka langsung menjalani karantina. Hal itu untuk mencegah penularan virus covid-19.
Kapolsek Grati AKP Suyitno menyampaikan sedikitnya ada enam pemudik tiba di Kabupaten Pasuruan. Mereka dikarantina di kantor Kecamatan Grati usai pulang dari Jakarta Timur.
“Begitu datang, enam warga yang pulang dari Jakarta Timur langsung kami karantina. Di dalam karantina, mereka diperiksa tim medis. Mulai tensi, suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan,” tandas AKP Suyitno, Senin (30/3).
Perantau dari Jakarta itu berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Grati dan Lumbang. Mereka sebagai besar masih berusia muda. Selanjutnya, usai diketahui sehat, maka mereka diserahkan ke keluarga masing-masing.
“Kami minta enam warga ini melakukan isolasi sendiri di rumah selama 14 hari. Selama massa isolasi, mereka juga akan diawasi mulai dari petugas Babinkamtimmas hingga puskesmas,” papar Suyitno. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan untuk langkah pengawasan lebih lanjut.

Berhentikan Kendaraan di Exit Tol Pasuruan
Semua akses pintu masuk menuju Pasuruan raya juga mendapat perhatian. Bersama TNI dan Polri, Pemkab Pasuruan melakukan penyemprotan di semua exit tol Pasuruan. Wakil Bupati Pasuruan, KH A Mujib Imron menyampaikan penyemprotan disinfeksi di seluruh pintu tol Pasuruan tak lain untuk mencegah merebaknya virus covid-19.
“Tindakan ini kami lakukan untuk memutus rantai virus korona. Jadi, semua exit tol yang ada di Pasuruan dilakukan disinfeksi,” ujar KH A Mujib Imron, Senin (30/3).
Menurutnya, exit tol Pasuruan tersebut adalah pintu tol Grati, Bangil, Rembang, Beji, Gempol, Pandaan dan Purwodadi. Kegiatan diawali dengan memberhentikan semua kendaraan yang akan keluar gerbang tol menuju Pasuruan. Yakni, mobil pribadi atau kendaraan umum. Penyemprotan di exit tol Pasuruan akan dilaksanakan dalam sepekan terakhir mulai pukul 07.00-16.00.
Pemeriksaan suhu badan dilaksanakan oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya, petugas melakukan penyemprotan disinfektan di bagian luar kendaraan.
“Cairan untuk kendaraan dan manusia beda, jadi sangat aman. Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan ke semua kendaraan hingga penumpang,” kata KH A Mujib Imron.
Tak hanya di wilayah Kabupaten Pasuruan, penyemprotan juga dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Pasuruan. Yakni di pintu masuk exit tol Kebonagung, Kota Pasuruan disemprot disinfektan.
“Kegiatan ini sebagai antisipasi awal terhadap penduduk dari luar daerah yang masuk ataupun mudik ke wilayah Kota Pasuruan. Apabila ditemukan pengendara yang suhu badannya tinggi di atas 37,5 derajat celsius langsung kami bawa pengemudi itu ke rumah sakit yang ditunjuk oleh Pemkot Pasuruan,” urai Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Dony Alexander.
Petugas juga menyiagakan ambulan untuk membawa pengemudi maupun penumpang yang dicurigai terjangkit covid-19 ke rumah sakit. Saat ini, baik di Kota maupun Kabupaten Pasuruan juga sudah menerapkan physical distancing. Di Kota dan Kabupaten Pasuruan belum ada satu warga yang ditetapkan positif covid-19. Ini artinya kawasan Pasuruan raya masih nihil positif covid-19. [hil]

Tags: