Waspadai Euforia Kemenangan Pilkada

Gubernur Jatim Khofifah bersama Forkopimda Jatim melakukan peninjauan pelaksanaan Pilkada Serentak di Kabupaten Mojokerto (foto atas). Kemudian rombongan juga sempat meninjau lokasi pemungutan suara di TPS 10 Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Rabu (9/12). [Hilmi Husain]

Pemprov, Bhirawa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah berulangkali mengimbau agar masyarakat menggunakan hak pilihnya. Tak terkecuali dirinya yang tercatat sebagai warga Surabaya juga menyalurkan hak suara dalam Pilwali Kota Surabaya.
Khofifah menyalurkan hak pilihnya di TPS 025 Jemurwonosari, Wonocolo, Surabaya, Rabu (9/12). Dia diampingi putranya Ali Mannagali tercatat sebagai pemilih nomor urut 274. Pada kesempatan itu, gubernur mengimbau siapapun yang terpilih, para pendukung tidak melakukan euphoria baik di tingkat RT, RW maupun desa. “Saya khawatir sekali itu, tolong dijaga jangan ada proses yang melonggarkan protokol kesehatan (Prokes) ,” tegasnya.
Usai menyalurkan hak suaranya, Gubernur Khofifah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim melakukan peninjauan secara langsung pelaksanaan pilkada serentak di beberapa TPS di Jatim. Hal ini sengaja dilakukan, untuk memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan lancar, aman serta memastikan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.
“Kami ingin melihat langsung pelaksanaan Pilkada berjalan lancar, sekaligus memastikan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (9/12).
Turut dalam peninjauan tersebut Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Ketua KPU Jatim Choirul Anam, Kabinda Jatim Brigjen TNI Syafei Kusno, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, serta beberapa Kepala OPD Pemprov setempat.
Pada titik pertama, rombongan meninjau TPS 8 di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Gubernur Khofifah meninjau TPS 8 untuk mengecek pelaksanaan protokol kesehatan yang ada di TPS tersebut, sekaligus juga meninjau bilik khusus yang disiapkan KPPS untuk pemilih bersuhu tubuhnya di atas 37,3 derajat celsius.
Secara khusus, Khofifah juga mengapresiasi langkah KPPS yang menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menyebut bahwa langkah ini memang harus dilakukan di tiap TPS untuk mencegah penyebaran COVID-19.
“Memang KPPS harus tegas dan menjalankan protokol kesehatan ketat. Ini hajat kita bersama, ini tugas kita juga untuk memastikan kesehatan masyarakat terjaga,” tutur-nya.
Selanjutnya, Gubernur Khofifah beserta rombongan melanjutkan peninjauan di TPS 10 di Jalan Sultan Agung Kelurahan Purutrejo, Kota Pasuruan.
“Kondusifitas Kota Pasuruan ini harus dijaga. Sehingga menghasilkan proses pemilihan yang aman, damai, hingga saat terpilihnya Wali Kota,” ujar mantan Menteri Sosial itu.
Selain itu, dalam pelaksanaan pilkada di Kota Pasuruan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. “Harus jaga jarak, tak boleh berkerumun, menggunakan masker dan cuci tangan,” kata Khofifah Indar Parawansa.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Pasuruan yang diwakili TPS 10 Purutrejo. Pasalnya, angka pastisipasi pemilih mencapai 80 persen. “Hingga pukul 11.30, sudah mencapai 80 persen partisipasi pemilih yang berjumlah 378 orang. Itu artinya sudah mencapai target,” kata Khofifah Indar Parawansa.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Diana Sari menyatakan target partisipasi pemilih sebesar 76 persen pemilih. “Target partisipasi pemilih diangka 76 persen. Dengan capaian tingkat partisipasi di TPS yang di kunjungi Gubernur Jatim, maka menjadi salah satu hal yang sangat membanggakan. Utamanya, pada masa pandemi sudah mencapai 80 persen,” kata Royce Diana Sari.
Sementara itu Pilkada Serentak di Jatim digelar 9 Desember 2020 di 19 kabupaten/kota, yakni Kota Surabaya, Blitar, Pasuruan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Kediri, Gresik, Jember, Lamongan, Malang, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Kabupaten Sumenep, Trenggalek, dan Tuban. [min.hil]

Rate this article!
Tags: