Wayan Pariama: Adira Insurance Petakan Angka Keselamatan Jalan di Indonesia

Direktur Adira Insurance Wayan Pariama di kotak nomor 4. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Adira Insurance telah membantu dalam memetakan angka kecelakaan di jalan raya selama berlangsungnya Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Karena selama pandemi terjadi pembatasan aktivitas, sehingga hal itu menimbulkan dampak negative yang luas terhadap berbagai sektor secara nasional maupun global.

Sedangkan kebijakan social distancing atau jaga jarak dan menghindari kerumunan yang diterapkan di seluruh dunia telah menurunkan aktivitas, dan pergerakan masyarakat secara drastis di seluruh kota, termasuk di Indonesia. Dengan hal tersebut, maka terjadi penurunan yang signifikan pada volume kendaraan di jalan raya dan jumlah penumpang pada berbagai moda transportasi umum.

“Tentunya telah menyebabkan turunnya angka kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya sepanjang tahun 2020,” kata Direktur Adira Insurance Wayan Pariama, Rabu (31/3), saat rilis kegiatan webiner Indonesia Bangkit, di Jakarta, dengan tema “Pulihnya Mobilitas dan Tingkatkan Kesadaran Berperilaku Aman dan Selamat Saat Berada di Jalan,

Sedangkan, masih dia katakan, Adira Insurance juga menggagas program Corporate Social Responsibility (CSR), yakni I Wanna Get Home Safely (IWGHS), atau sebuah kampanye yang menggaungkan pesan keselamatan di jalan bagi masyarakat luas di Indonesia, yang kini sudah berjalan selama lebih dari 10 tahun. Dan dirinya melihat bahwa untuk meningkatkan kesadaran berperilaku aman dan selamat, maka diperlukan edukasi keselamatan berkendara bermotor untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengguna jalan.

Wayan juga menyampaikan, salah satu program dalam IWGHS adalah Indonesia Road Safety Award (IRSA). Sedangkan IRSA merupakan penghargaan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten yang memiliki penerapan tata kelola keselamatan jalan terbaik di Indonesia. Dan IRSA sendiri kita gagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitasnya di Indonesia. “Serta untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat baik itu kepada pemerintah, pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pihak swasta, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya untuk peduli terhadap keselamatan jalan,” jelasnya.

Sementara, kata dia, berdasarkan data dari  Bidang Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, pada masa Pandemi Covid-19, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) sepanjang tahun 2020 menurun hingga 7.565 kasus. Meski angka lakalantas tersebut turun dari angka sebelum pandemi, namun masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan penurunan volume kendaraan di jalan raya dan kasus kecelakaan yang hanya turun 15 persen atau 8.877 kasus dibandingkan tahun 2019. Sedangkan data itu menunjukkan bahwa risiko kecelakaan lalu lintas tidak hanya bergantung pada situasi lalu lintas.

“Data Kepolisian yang dihimpun oleh Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun 2017, rata-rata tiga orang meninggal dunia setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia,” ungkap Wayan.

Dan data yang sama,  terang dia, juga dinyatakan ada tiga penyebab utama kecelakaan lalu lintas, Seperti faktor manusia capai 61 persen, yang berkaitan dengan kemampuan serta karakter pengemudi, faktor prasarana dan lingkungan capai 30 persen, dan  faktor kendaraan capai 9 persen. Sedangkan salah satu penyebab utamanya kecelakaan lalu lintas, karena perilaku pengemudi yang tidak aman.

“Melihat tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas tersebut, maka PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) menyadari pentingnya meningkatkan kepedulian masyarakat akan keselamatan di jalan Raya.” pungkas Wayan. [cyn.riq]

Tags: