Wisata Religi Makam Gus Dur, Pilihan Liburan Keluarga

7-FOTO KAKI Rur-Makam Gus DUr-Penuh1Jombang, Bhirawa
Makam Presiden RI ke 4, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di komplek Pesantren Tebuireng Diwek Jombang, menjadi pilihan liburan keluarga. Apalagi liburan panjang sekolah berbarengan dengan Natal dan juga tahun baru 2015, makam yang telah ditetapkan menjadi kawasan Wisata Religi ini seperti tak pernah sepi dari pengunjung yang berziarah.
Pilihan liburan keluarga di Makam Gus Dur di samping mencari berkah bagi sebagian orang,  juga sebagai sarana pendidikan, yakni mengenalkan sosok presiden yang berasal dari kalangan santri dan dikenal sangat dekat dengan rakyat. Cucu pendiri NU, KH Hasyim Asyari ini juga dikenal sebagai tokoh yang sangat pluralis.
Karenanya, ribuan pengunjung datang secara berombongan, mereka datang dari berbagai daerah di seluruh penjuru nusantara. “Sejak pagi tadi yang datang ya sudah ribuan, mereka datang dari berbagai daerah secara berombongan. Ada yang rombongan 3 bus, ada yang 5 bus bahkan banyak yang rombongannya dengan jumlah 10 bus,” ujar Hasan salah satu penjaga di pintu masuk Makam Gus Dur sebelah barat sambil menunjukkan buku daftar tamu rombongan yang berziarah pada (25/12).
Hasan mengatakan, sejak liburan sekolah, kedatangan rombongan peziarah di makam Gus Dur nampak terus mengalami peningkatan. Pihaknya memperkirakan rombongan peziarah akan terus meningkat hingga liburan akhir tahun. “Biasanya seperti itu, apalagi liburan kali ini bersamaan dengan natal dan tahun baru. Sejak pukul 08.00 saya disini saja peziarah terus hilir mudik,” tambahnya.
Pesantren lanjutnya memberlakukan aturan kunjungan ke makam Gus Dur ditutup pada pukul 16.00 hingga pukul 20.00 WIB. Pintu masuk ke makam akan dibuka kembali usai salat Isyak.” Sekitar jam 20.00 hingga pukul 04. Dibuka kembali,” tandas Hasan menjelaskan.
Dari pantauan Bhirawa, para peziarah datang secara rombongan, baik dari rombongan sekolah, jamaah pengajian dan juga keluarga. Mereka datang dari Trenggalek, Banyuwangi, Nganjuk, Blitar, Sidoarjo. Bahkan juga ada peziarah yang datang dari Lombok NTB. “Saya datang bersama keluarga, ya memang tujuannya ke sini. Kebetulan pas libur,” ujar Soleh, salah satu peziarah asal Blitar ditemui di lokasi.
Hal yang sama juga dikatakan Anang peziarah dari Probolingga, kedatangannnya ke Makam Gus Dur untuk mencari berkah juga mengenalkan anaknya kepada tokoh nasional yang sangat dikagumi tidak hanya oleh warga nahdliyin. “Keluarga memang sangat ingin berziarah ke sini, dan kita juga mengenalkan sosok Gus Dur kepada anak anak,” ujarnya.
Padatnya pengunjung Makam Gus Dur ini, nampaknya disikapi Pesantren Tebuireng dengan menyediakan layanan kesehatan gratis bagi para peziarah Wisata Religi makam Gus Dur. Layanan kesehatan itu disediakan lembaga Sosial pesantren Tebuireng (LSPT) bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan saat berkunjung.
Pusat layanan kesehatan gratis bagi peziarah ini berada tidak jauh dari areal makam Gus Dur, berjarak sekitar 50 meter, yakni berada di lorong pintu masuk menuju makam. Dilengkapi dua petugas medis kamr berukuran 2,5 meter x 4 meter itu juga dilengkapi oksigen dan tempat tidur. “Dua petugas berjaga sejak pukul 08.00 hingga pukul 15. 00. Layanan ini paling tidak bisa membantu mereka yang kelelahan saat perjalan,” ujar Ani Iswandari, salah satu petugas medis, ditemui usai memeriksa pasien.
Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid meninggal pada 30 Desember 2009 dan dimakamkan di pemakaman keluarga di lingkungan pesantren Tebuireng Jombang bersebalahan dengan makam KH Hasyim Asyari kakeknya yang merupakan pendiri NU dan KH Wahid Hasyim ayahandanya.
Meski sudah meninggal, mantan ketua PBNU ini menjadi insipirasi banyak kalangan tidak hanya warga nahdliyin. Atas ajaran tentang pluralisme, HAM dan demokrasi. Setiap harinya kunjungan peziarah datang dari berbagai daerah bahkan tidak jarang tokoh nasionalpun melakukan ziarah. [rur]

Keterangan Foto : Liburan, Ribuan Pengunjung melakukan ziarah ke Makam Gus Dur yang berada di Komplek Pesantren Tebuireng Jombang. [ramadlan/bhirawa]

Tags: