Wujudkan Pengelolaan Kualitas Air yang Baik Menuju Jatim Harmoni

Kepala Dinas DLH Provinsi Jatim, Diah Susilowati memberikan penghargaan kepada CSR PT Semen Indonesia dan Transpoter B3, Rabu (26,2).

Surabaya, Bhirawa
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim menggelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup selama tiga hari, Selasa (25/2) hingga Kamis (27/2) di ASTON Madiun Hotel and Conference Center, Kota Madiun.
Adapun peserta RAKERDA ini sebanyak 165 orang. Diantaranya dari Dirjen PPKL Kementerian LHK RI, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jatim, Direktur Perum Jasa Tirta I Malang, Kepala Pusat Pengendalian Ekoregion Jawa (P3EJ) Yogyakarta, Kepala Balai Besar Wilayah Bengawan Solo di Surakarta dan Kepala Balai Pengelolaan DAS Brantas KLHK di Sidoarjo.
Kepala Dinas DLH Provinsi Jatim, Diah Susilowati menjelaskan, RAKERDA ini menitik beratkan pada pengelolaan kualitas air. Terutama dalam rangka mengantisipasi permasalahan kondisi kualitas air mulai dari hulu sampai ke hilir di Jatim yang selama ini cenderung menurun. Demi tercapainya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), maka diperlukan pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.
“RAKERDA ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup, khususnya melalui Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (IKLHD) khususnya Indeks Kualitas Air (IKA),” kata Diah, Rabu (26/2).
Pihaknya berharap agar terbentuk tim terpadu koordinasi pengelolaan kualitas air di Wilayah Sungai Brantas, Bengawan Solo, dan Wilayah Sungai di Jatim. Serta terbentuknya Action Plan atau rencana aksi upaya peningkatan kualitas air. Serta terwujudnya keterpaduan melalui perjanjian kerjasama (PKS) dalam upaya peningkatan pengelolaan kualitas air.
Masih kata Diah, hasil yang diharapkan dari RAKERDA ini menyoal juga tentang terwujudnya pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai. Yakni yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian.
“Semua tujuan dan hasil yang diharapkan ini untuk mendukung pelaksanaan Program Nawa Bhakti Satya Jatim Harmoni tahun 2019-2024. Dengan pendekatan pembangunan lingkungan hidup secara terpadu yang memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan teknis,” ungkapnya.
Diah menambahkan, Jatim merupakan salah satu Provinsi yang wilayahnya dilalui oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Sehingga sungai yang ada di Jatim ini memiliki peranan penting sebagai sumber kehidupan masyarakat Jatim.
“Dilihat dari aspek kepentingan bagi kehidupan masyarakat. Maka perlu dilakukan pengelolaan kualitas air yang baik, sebagai upaya pemeliharaan air. Sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya dan menjamin agar kualitas air tetap dalam kondisi alamiahnya,” pungkasnya. [bed.rac]

Tags: