Yang Unik dari Pagelaran Kakang Embhug Cilik Situbondo 2020

Muhammad Bintang Zulfikar dan Bintang Oktavia Hapsari, pasangan Kakang Embhug Cilik asal SDN 1 Dawuhan Kecamatan Kota Situbondo.

Kuasai Publik Speaking, Pasangan Oktavia-Zulfikar Berhasil Masuk Grand Final
Kabupaten Situbondo, Bhirawa
Banyak cara yang dilakukan Pemkab Situbondo melalui Dinas Pariwisata (Dispar), untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata andalan yang dimiliki Kota Santri. Selain mengadakan seleksi Kakang Embhug katagori umum, Dispar Kabupaten Situbondo kini sedang melakukan seleksi pemilihan Kakang-Embhug Cilik, yang dihelat di aula SMAN 2 Situbondo. Seleksi ini mendapatkan animo yang besar dari para orang tua yang ada di Kabupaten Situbondo.
Pagi itu, Minggu (23/2), puluhan orang tua yang tersebar di Kabupaten Situbondo sudah berkumpul di halaman SMAN 2 Situbondo. Bagi peserta seleksi Kakang Embhug Cilik yang tidak memiliki orang tua, tampak diwakili kerabat dekat dan koleganya. Sejak pagi tampak anak anak yang masih kelas SD berdandan ala artis kenamaan ibukota.
Ada yang memakai baju dari sewaan salon, ada peserta yang memakai hasil kerajinan/jahitan tangan sendiri dan bahkan ada peserta yang tampil percaya diri dari baju hasil buatan daur ulang bahan bekas. “Ini seleksi (Kakang Embhug) sangat bagus untuk pencarian bakat anak,” ujar Bambang Hariyanto SPd, Kepala Sekolah SDN 1 Dawuhan.
Kata Bambang, seleksi Kakang Embhug Cilik, selain melatih keberanian pada anak juga bisa memberikan ilmu ekstra sejak dini. Dalam seleksi itu, lanjutnya, banyak yang harus diikuti para peserta, yakni ilmu tentang sejarah Situbondo, penguasaan materi dasar seperti ilmu ilmu umum dan juga pengetahuan sosial.
Dalam seleksi ini, aku Bambang Hariyanto, SDN 1 Dawuhan sempat mengirimkan pasangan Muhammad Bintang Zulfikar dan Bintang Oktavia Hapsari, untuk ikut audisi di Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo. “Pesaingnya cukup banyak. Namun alhamdulillah, siswa kami berhasil masuk 10 besar dalam grand final, kemarin,” kupas Bambang.
Bambang menambahkan, meski peserta masih rata rata berusia anak anak, kehebohan dalam seleksi Kakang Embhug Cilik tak dapat dielakkan. Termasuk para orang tua, kata Bambang, juga ikut bersaing dalam memberikan suport kepada anak anaknya sesaat sebelum tampil dipanggung. Orang tua, kata Bambang, sangat berpengaruh bagi penampilan anak saat mengikuti seleksi Kakang Embhug Cilik Situbondo tahun 2020. “Ya otomatis orang tua punya peranan besar dalam setiap penampilan peserta. Termasuk siswa kami (SDN 1 Dawuhan) juga didampingi guru dan orang tuanya,” aku Bambang.
Secara detail Bambang lalu mengupas kelebihan yang dimiliki anak didiknya, Muhammad Bintang Zulfikar dan Bintang Oktavia Hapsari. Selain dikenal cerdas dibidang akademik, lanjut Bambang, keduanya sejak lama dikenal memiliki potensi dan kelebihan saat tampil dihadapan publik.
Pasangan ini, ujar Bambang, pintar dalam komunikasi bahasa asing seperti Bahasa Inggris (publik speaking) sehingga mampu lolos dalam seleksi 10 besar pemilihan Kakang Embhug Cilik Situbondo 2020. “Kedua siswa saya itu memang dikelas dikenal pandai. Karena memiliki catatan bagus dalam komunikasi dan dunia fashion serta pusat wisata. Akhirnya saya ikutkan dalam event tersebut,” tutur Bambang.
Bambang menagku bersyukur, pasangan Muhammad Bintang Zulfikar dan Bintang Oktavia Hapsari, bisa tembus dalam grand final 10 besar kemarin. Selain seleksi berjalan ketat, tegas Bambang, pemilihan Kakang Embhug Cilik Situbondo ini juga dituntut menguasai sejumlah lokasi wisata andalan yang ada di Kota Situbondo.
Jika tidak memiliki penguasaan terhadap dunia wisata, tegas Bambang, sulit rasanya bisa lolos ke jenjang penilaian berikutnya. “Alhamdulillah, Muhammad Bintang Zulfikar dan Bintang Oktavia Hapsari berhasil tampil memukau, sehingga bisa masuk babak grand final,” kupas Bambang Hariyanto.
Capaian prestasi ini, dimata Bambang, merupakan anugerah tersendiri karena anak didiknya berhasil masuk dalam 10 besar grand final seleksi Kakang Embhug Cilik Situbondo 2020. Sehingga, terang Bambang, capaian ini dapat menambah koleksi deretan piala yang berhasil diukir para anak didiknya di SDN 1 Dawuhan.
Tak hanya itu, lanjut Bambang, agar kedepan semakin menemukan jati dirnya, ia bertekat akan melakukan pembinaan dan pendampingan dengan sebaik mungkin. “Penghagaan ini akan kami suport, agar anak didik terus mampu mencatatkan prestasinya di berbagai bidang perlombaan,” papar Bambang.
Desi sebagai salah satu guru SDN 1 Dawuhan, Situbondo mengaku ikut berbangga hati atas capaian yang berhasil diukir Muhammad Bintang Zulfikar dan Bintang Oktavia Hapsari dalam seleksi Kakang Embhug Cilik Situbondo 2020. Menurut kacamata Desi, kemampuan dan kepiawaian keduanya harus terus didampingi agar terus berhasil dalam seleksi lomba yang lain, baik lokal regional maupun nasional. “Ya harus terus menerus dilatih dan diampingi agar keduanya kian matang dalam penguasaan ilmu ini. Insya Allah akan sukses kedepannya,” kupas Desi.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Situbondo Tutik Margiyanti, melalui Kepala Bidang Pariwisata, Dian menimpali, penilaian event Kakang Embhug Cilik Situbondo 2020 difokuskan pada penilaian utama saat presentasi dan penilaian grand final (GF) serta terakhir terletak pada penilaian talent (bakat). Tak hanya itu, sambung Dian, setiap peserta lomba juga harus menguasai bidang pariwisata dan strategi dalam melakukan promosi pariwisata. “Peserta yang ikut seleksi ini berasal dari siswa SD kelas 3-5 dan asal sekolah harus dari Kabupaten Situbondo,” ucap Dian.
Dian menambahkan, tim juri banyak melakukan penilaian dalam seleksi Kakang Embhug Situbondo 2020. Diantaranya, sebut Dian, melakukan peniaian pada peserta yang mampu menguasai publik speaking saat tampil dihadapan tim juri. Jika peserta memiliki kelebihan publik speaking, ujar Dian, akan memiliki poin tambahan dimata tim juri.
“Tim juri seleksi Kakang Embhug Situbondo 2020 ini berasal dari Ketua Paguyuban Kakang Embhug Situbondo yakni Robby Ryan Yasa, Badan Promosi Pariwisata Daerah (Rosa Tambayong), Kabid Pariwisata dan Kasi Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo,” pungkasnya. [Sawawi]

Tags: