Yogie Kripsian Sah, Peserta Diklatpim III Terbaik se-Jatim Asal Situbondo

Yogie Kripsian Sah SSTP MSi Kabid Kepemudaan pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Situbondo saat menerima piagam penghargaan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah. [sawawi]

Dapat Penghargaan dari Gubernur Jatim, Gagas Program Klik On Si-Mami
Kabupaten Situbondo, Bhirawa
Sampai saat ini Yogie Kripsian Sah, yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Situbondo masih tak percaya ia dinobatkan sebagai peserta terbaik pertama pada diklatim III BPSDM Provinsi Jawa Timur pada angkatan XVI-XVII tahun 2022. Itu karena pesaingnya yang berasal dari 38 kabupaten/kota se-Jatim, hampir memiliki kemampuan yang merata. Seperti apa ceritanya ?
Yogie kala itu, persis pada pertengahan tahun 2021 mengikuti seleksi Eselon II pada pejabat di lingkungan Pemkab Situbondo. Maklum, kala itu Yogie, menduduki jabatan sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Kali ini OPD tersebut sudah berubah menjadi Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo.
Saat mengikuti tahapan tes eselon II, ada persyaratan harus terlebih dimiliki agar bisa lolos yakni mengantongi sertifikat diklatpim (pendidikan pelatihan pimpinan) III. “Dari sanalah saya ingin mengikuti diklatpim III, yang saya ikuti saat ini,” aku Yogie, Selasa (9/8).
Dan benar, saat itu setelah Yogie mengekuti seleksi pejabat eselon II, dinyatakan tidak lolos bersama sejumlah teman seangkatannya. Saat memasuki masa penerapan SOTK (Struktur Organisasi Tata Kerja) 2021, Yogie akhirnya menjabat Kabid Kepemudaan di Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Situbondo. “Saya akhirnya mendaftar sebagai peserta diklatpim III bersama tujuh peserta lain dari Kabupaten Situbondo,” jelas pria yang kini juga menjabat sebagai Ketua GP Ansar Situbondo itu.
Setelah resmi menjadi peserta diklatpim III, Yogie terus intens mengikuti arahan pemateri selama 4 bulan lamanya sejak 11 April hingga 5 Agustus 2022 lalu. Menurut Yogie, ada banyak pertimbangan yang dinilai sehingga dia dinyatakan sebagai peserta diklatpim terbaik. Diantaranya, sebut mantan Kabid di DPMD Kabupaten Situbondo itu, menguasai unsur kedisiplinan, keaktifan selama menjalani diklat, memiliki aksi perubahan yang ada di masing masing OPD atau daerah. “Itu yang dinilai oleh panitia dan tim independen serta pihak ketiga dari kalangan akademisi,” jelas Yogie.
Masih kata Yogie, untuk meraih peserta diklatpim terbaik Yogie juga harus piawai dalam memperoleh nilai, bersama 80 peserta se Jatim. Yogie akhirnya bersyukur, apa yang ia lakukan dan ia gagas membuahkan hasil yang membanggakan dengan menjadi peserta nilai terbaik. “Ya saya sangat bersyukur alhamdulillah. Akhirnya salah satu peserta diklat dari Kabupaten Situbondo berhasil menjadi yang terbaik,” papar Yogie.
Salah satu yang menonjol dilakukan Yogie, sehingga tim memberikan nilai plus selama mengikuti diklatpim adalah memiliki aksi perubahan yang inovatif. Sejak awal, imbuh Yogie, ia menawarkan program inovasi bernama Klik On Si Mami (Klinik Konsultasi dan Sistem Informasi Muda Mudi). “Keunggulan inovasi ini sampai kini masih belum ada di Situbondo. Nanti muaranya para pemuda dan pemudi akan kita dampingi sesuai dengan potensi dan persoalan yang dimiliki,” sebut Yogie.
Pria yang pernah menjabat sebagai salah satu Kasubag di Bagian Pemerintahan Pemkab Situbondo itu menambahkan, jika ada pemuda atau pemudi yang memiliki permasalahan yang dialami, Yogie siap memberikan pendampingan. Diharapkan, kata Yogie, kedepan para pemuda dan pemudi yang produktif bisa terarah sehingga ikut andil menekan angka pengangguran di Kabupaten Situbondo. “Program inovasi ini merupakan sebuah aplikasi yang bisa diakses dari HP, lalu mendaftar dan selanjutnya mendapatkan pendampingan,” tutur Yogie.
Yogie menandaskan, dalam aplikasi ini juga ada layanan konseling yang bisa langsung diakses di website Pemkab Situbondo. Hanya dengan satu kali klik saja, aku dia, maka akan muncul dan terakses secara otomatis. “Untuk itu kepada para pemuda pemudi yang ada di Kabupaten Situbondo bisa langsung mengakses aplikasi Klim On Si Mami ini, manakala menginginkan permasalahan yang dialami dapat terpecahkan dengan baik. Nanti akan menerima notifikasi dari aplikasi tersebut,” papar Yogie.
Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah diraih Yogie Kripsian Sah sebagai peserta diklatpim III terbaik asal Kabupaten Situbondo. Gubernur meminta Yogie segera merealisasikan apa yang telah didapat selama mengikuti diklatpim III di tempat kerjanya atau saat memberikan pelayanan kepada masyarakat Situbondo. “Ya, ibu Gubernur berpesan sebagai ASN harus memiliki pemikiran yang transformatif. Artinya tidak lagi stagnan memiliki cara cara kerja yang tradisional. Sebaliknya harus mengikuti era pekembangan jaman dengan tehnologi yang canggih. Itu pesan khusus ibu Gubernur agar apa yang saya raih juga bisa diwujudkan di Kabupaten Situbondo,” urai Yogie saat menirukan pesan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansah, usai menyerahkan penghargaan. [sawawi]

Tags: