Zona Merah Kota Batu Bukan Klaster Wisata Tapi Keluarga

Suasana Rapat evaluasi Satgas Penanganan Covid-19 Kora Batu di rupatama Balaikota Batu mengevaluasi status zona merah yang didapat kota ini, Rabu (2/12).

Kota Batu, Bhirawa
Berubanya status Covid-19 Kota Batu yang sebelumnya zona oranye menjadi zona merah dipastikan bukan akibat klaster pariwisata melainkan klaster keluarga. Hal ini terungkap dalam rapat evaluasi yang digelar Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batu yang digelar di rupatama gedung balaikota setempat, Rabu (2/12). Dipastikan berubahnya status menjadi zona merah ini tidak membuat Kota Batu menerapkan PSBL sebagai pembatasan lokal tingkat kota.
Rapat evaluasi satgas Covid-19 kemarin melibatkan semua unsur Forkompimda Batu yang dipimpin Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang memaparkan bahwa berubahnya status Kota Batu menjadi zona merah ini diakibatkan adanya penambahan pasien positif yang cukup signifikan. Namun penambahan ini terjadi di tingkat desa, terutama di Desa Tlekung dan Kelurahan Songgokerto.
Awalnya, di kedua desa ini ada warganya yang sakit kemudian dnyatakan suspect Covid-19. Namun pihak keluarga maupun warga sekitar tidak memiliki kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan. “Akibatnya, banyak kerabat dan tetangga yang besuk dan tanpa melalui protokol kesehatan. Dan ketika pasien ini meninggal dunia dan hasil tes SWAB dinyatakan positif maka virus Corona yang dbawa telah menyebar kemana- mana,”jelas Dewanti, Rabu (2/12).
Atas kejadian ini Satgas Covid-19 telah melakukan tracing ke puluhan bahkan ratusan warga. Dan dari rapat kemarin telah disepakati oleh Pemkot Batu bersama Kajari, Dandim, DPRD, dan Kepolres untuk menghidupkan kembali tim Satgas Covid hingga ke tingkat dusun. Hal ini seligus sebagai upaya untuk menyadarkan kembali warga dalam menjaga kesehatan denan menerapkan prokes.
Saat ini, akibat banyaknya pasien Covid-19 Kota Batu yang mencapai 760 kasus telah membuat tempat penampungan pasien Covid-19 yang telah disediakan menjadi penuh. Baik itu rumah sakit ataupun hotel yang telah dirubah fungsina menjadi penampungan Covid-19.
“Dan sekarang diusulkan oleh bapak Kajari untuk menjadikan beberapa home stay di Kota Batu sebagai tempat penampungan. Tentu hal ini dengan memperhatikan dan memenuhi syarat- syarat yang dperlukan,”tambah Dewanti.
Diketahui, saat ini ada empat kabupaten/kota yang kini berstatus zona merah di Jatim. Dan salah satunya adalah Kota Batu. Selain Batu juga ada Jember, Situbondo, dan Jombang yang ada di zona tersebut. Sementara Lumajang yang sebelumnya berstatus zona merah justru berganti menjadi zona oranye bersama 31 daerah yang lain. [nas]

Tags: