Dinkes Jatim Kawal Penurunan Pasien Tuberkulosis

26-racik-obatSurabaya, Bhirawa
Upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dalam mengawal penurunan jumlah pasien Tuberkulosis (TB) patut diacungi jempol. Dari data yang dihimpun, tahun 2013, Dinkes Jatim berhasil mengobati pasien TB sebanyak 42.222 orang atau 89 persen dari total penderita TB 43.725 orang.
Kepala Dinkes Jatim, dr Harsono menyatakan, saat ini Dinkes Jatim berupaya keras agar jumlah penderita TB di Jatim tidak bertambah. Berkaca dari tahun sebelumnya (tahun 2012, red) jumlah penderita TB di Jatim mecapai angka 43.900 orang dan angka ini turun tahun 2013 sebanyak 42.222 orang.
”Kita berharap tahun ini penderita TB turun menjadi¬† 40.000 orang dan kalau bisa dibawahnya,” jelasnya saat ditemui di acara Hari Tuberkulosis se Dunia di Kantor Dinkes Jatim, Selasa (25/3), kemarin .
Untuk menurunkan penderita TB, Mantan Bupati Ngawi ini mengatakan, Dinkes Jatim akan melakukan berbagai upaya diantaranya adalah menyiapkan seluruh Puskesmas di Jatim dan rumah sakit pemerintah atau swasta untuk mengobati pasien TB dengan standar internasional, melibatkan sektor swasta seperti klinik swasta dan dokter praktik swasta untuk meningkatkan akses pengobatan TB yang bermutu, menyediakan obat TB gratis, memperkuat kemitraan dengan LSM (Aisyiyah, NU, PPTI, Japeti, red), membangun jejaring laboratorium TB, menyediakan obat. Selain itu Dinkes Jatim akan menyiapkan layanan TB kebal obat di RSUD dr Soetomo, RSUD dr Saiful Anwar dan Rumah Sakit Paru Jember.
Pria berkacamata ini mengungkapkan, saat ini Jatim menduduki peringkat kedua penderita TB terbanyak di Indonesia, sedangkan peringkat pertama diduduki oleh Jawa Barat dan peringkat ketiga adalah Jawa Tengah. Sedangkan untuk peringakat TB di dunia, Indonesia menduduki peringkat empat. Untuk peringkat satu diduduki oleh India, kedua China dan ketiga Afrika Selatan.
”Sebagai provinsi besar Jatim berusaha keras agar tahun depan tidak menduduki peringkat dua. Kalau bisa peringkat tiga keatas, yang terpenting tidak dua apalagi satu,” pintanya.
Kedepan Harsono menyatakan, dengan ditemukannya pasein TB, diharapkan ada peran serta masyarakat dalam mengawal penurunan pasien TB. Untuk peranannya, masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan cara menjaga ventalasi rumah. Olah raga teratur minimal 30 menit perhari, makan-makanan yang bergizi, tidak merokok, melaksanakan etika batuk, segera memeriksakan diri bila mengalami batuk lebih dari dua minggu dan terakhir berobat secara teratur sampai tuntas bila mengalami sakit TB.
”Untuk pencegahan dini anak atau bayi yang baru lahir dapat diberikan imunisasi atau vaksin BCG dan DPT. Jika ini dilakukan dapat dipastikan anak-anak tidak akan terkena penyakit TB,” jelasnya.
Perlu diketahui dalam peringatan Hari TB se Dunia, Dinkes Jatim telah melakukan beberapa kegiatan diantaranya adalah promosi TB di Dinkes kabupaten/kota dan mitra se Jatim, panggung promosi TB selama 5 hari berturut-turut mulai tanggal 19-23 Maret 2014 di Sidoarjo, lomba poster, penulisan karya ilmiah di RS Paru Jember, promosi etika batuk di RSUD Dr Soetomo Surabaya, terakhir pemberian makanan bergizi untuk pasien TB MDR di RSUD dr Soetomo Surabaya dan RSUD dr Saiful Anwar Malang. [dna]

Tags: