Sandow Cedera, Eko Belum Pasti Bela Jatim

3-besiSurabaya, Bhirawa
Perjuangan atlet angkat besi maupun berat Jatim untuk bisa meraih medali di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Yogjakarta 12-18 Juni, sangat berat. Sebab salah satu atlet andalah Sandow Weldemar Nasution mengalami cedera. Sedangkan Status  Eko Yulianto belum pasti membela Jatim.
Ketua Harian Pengpro Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Jatim, Jeffri Tagore mengakui untuk bisa meraih medali di Kejurnas cukup berat, sebab Sandow adalah salah satu atlet yang dijagokan bisa meraih medali emas. “Cederanya belum pulih benar, sehingga kami tidak bisa menurunkan Sandow di Kejurnas nanti,” katanya saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin (2/6).
Demikian juga dengan status Eko Yulianto, atlet peraih medali perunggu Olimpiade London 2012 masih menjadi perebutan antara Jatim dan Kaltim. Karena secara lisan Eko Yulianto sebenarnya sudah menyatakan bergabung dengan Jatim. Namun kasus proses perpindahan atlet yang meraih medali emas PON Riau untuk Kaltim itu masih bermasalah. “Kemungkinan Eko Yulianto tetap ijut di Kejurnas, namun ia turun atas nama PB PABBSI, tapi ia dimasukkan ke tim Kaltim, kami akan protes keras,” tegas Jefrri.
Meski tidak diperkuat atlet terbaiknya, namun Pengprov PABBSI masih optimis bisa meraih medali emas. Atlet yang diandalkan meraih emas adalah Renaldi yang turun di angkat besi kelas 105kg. “Tapi kami tetap berharap semua berupaya untuk meraih emas karena peluan itu cukup terbuka,” katanya.
Saat ditemui di tes prestasi Bulan Maret lalu, Eko Yulianto mengaku sudah mantab untuk pindah ke Jatim. Salah satu alasannya adalah program pembinaan olahraga angkat besi di Jatim sudah sangat bagus. Kemudian KONI Jatim juga memiliki program latihan jangka panjang atau Puslatda untuk persiapan PON. “Kalau saya sudah siap pindah ke Jatim, tapi Kaltim yang belum mau melepas,” kata putra pasangan Saman-Wasiah yang pernah meraih medali emas Kejuaraan Dunia Junior di Praha, Republik Ceko tahun 2007 itu.
Sementara itu pada kejurnas di Yogjakarta nanti, PABBSI Jatim mengirimkan beberapa atlet untuk berlomba di kategori senior maupun yunior, diantaranya untuk angkat besi senior, Oky dwi yang turun di kelas 62kg, M anwar (85kg), Sofyan (94kg), M Renaldy (105) dan Dedy Aprianto (105+). Untuk kelompok angkat besi putri Acce Dya (63kg) dan Frapti (69kg). “Acce adalah atlet yang saat ini bergabung dengan Pelatnas Prima Pratama dan kami juga berharap Frapti bisa mendulang medali walau ia baru ikut latihan sekitar tiga bulan,” terang Jeffri.
Pelatih Angkat Besi Jatim, Hirawan Halimana juga mengakui persaingan di Kejurnas nanti sangat ketat, namuan ia optimis bisa menyumbang emas karena hasil tes prestasi yang dilakukan beberapa waktu lalu cukup bagus. “Kalau sudah di arena lomba, para atlet harus fokus dan berupaya meraih medali,” katanya.
Saat disinggung mengenai rival Jatim, pria yang juga mantan atlet PON Jatim itu menyebut Provinsi Jabar, Lampung dan Kaltim. “Ketiga provinsi itu memiliki atlet yang cukup bagus,” katanya.
Sedangkan untuk kelas berat menurunkan atlet diantaranya, Apriadi (83kg), Sulton Mamudi (93kg) dan Bagus Prasetyo (120+). “Kami berharap atlet angkat berat bisa meraih yang terbaik,” kata Pelatih Angkat Berat, Marhasim. [wwn]

Tags: