Satpol PP Sosialisasikan Penutupan Lokalisasi Teguhan

6-foto OPEN dar-kasat pol pp sosialisasiSatpol PP Kabupaten Madiun, telah melakukan sosialisasi penutupan sementara, lokalisasi Wanita Tuna Susila (WTS) Wanita Harapan, di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Tampak Kepala Satpol PP Kab. Madiun, Drs. Agus Budi Wahyono, M.Si berbincng-bincang dengan penghuni lokalisasi Wanita Harapan.sudarno/bhirawa

Madiun, Bhirawa
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun, melakukan sosialisasi penutupan lokalisasi Wanita Tuna Susila (WTS) Wanita Harapan, di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Kamis (19/6). Sosialisasi di lokalisasi yang lebih dikenal dengan nama Gude ini, dilakukan bersama perangkat Kecamatan Jiwan ini, berkaitan dengan akan tibanya bulan Ramadan dalam waktu dekat.
“Sesuai kesepakatan pengurus lokalisasi dan desa, maka diminta agar seluruh kegiatan tidak beroperasi mulai 24 Juni-4 Agustus mendatang. Lalu, kepada para penghuni seperti anak asuh, diminta untuk pulang atau tidak melakukan kegiatan selama penutupan (bulan Ramadhan),” terang Kepala Satpol PP Kabupaten Madiun, Drs. Agus Budi Wahyono, M.Si kepada wartawan.
Jika selama masa penutupan sementara masih ditemukan ada yang operasi atau anak asuk masih dan melakukan aktivitas, tambah Agus, langsung dikirim ke Panti Rehabilitasi di Kediri. Sedangkan, untuk ibu asuh diberikan peringatan keras hingga penutupan wisma miliknya. “Kami tidak ingin hal itu terjadi. Maka peraturan ini agar ditaati,” jelas Agus.
Untuk itu, papar Agus, pihaknya meminta kepada para anak asuh untuk langsung pulang dan tidak melakukan kegiatan serupa dilokalisasi lain agar terhindar dari penyakit kelamin maupun HIV/AIDS. “Selain itu, saat mereka kembali lagi ke lokalisasi usai lebaran nanti, agar tidak membawa orang lain dan harus menjalani tes kesehatan,” papar Agus.
Menurutnya lagi, tes kesehatan perlu dilakukan, agar mereka terjamin bebas dari penyakit kelamin yang berbahaya. Sementara itu, menanggapi antisipasi penutupan Lokalisasi Dolly di Surabaya, sejumlah warung remang-remang hingga tempat yang biasa digunakan untuk transaksi sex yang jumlahnya mencapai 17 di seluruh Kabupaten Madiun, akan dilakukan razia berkelanjutan. “Tidak terkecuali, tempat hiburan selama bulan Ramadan harus mentaati aturan yang diberlakukan. jika membandel kami segel,” pungkas Agus.
Pelatihan Keterampilan
Sementara itu, Pemkab Jember mempersiapkan pelatihan lifeskill bagi 34 orang warga Jember eks Dolly pasca penutupan, kemarin. Namun pihak pemkab sendiri masih melakukan koordinasi dengan Dinsos Pemprof Jatim tentang  bentuk keterampilan bagi ke 34 penghuni lokalisasi terbesar se Asia Tenggara tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Kab. Jember Ir. Heru Sunarso saat dikonfirmasi Bhirawa usai pembukaan Jumbara PMR VIII se jatim di lapangan Scaba Jember, Kamis (19/6) siang.”Kita masih melakukan koordinasi dengan Dinsos Jawa Timur, karena ini menyangkut anggaran juga,” katanya.
Menurut Heru, ke 34 orang warga Jember penghuni eks Dolly, hingga kini masih belum diserahkan ke daerah. Mereka kini masih ditampung di liposos Dinsos Pemprof Jatim. “Namun kami sudah mengantongi data mereka by name by adress. Berdasarkan data yang kami terima, mereka rata-rata berusia produktif .¬† Mungkin dalam waktu dekat, mereka akan diserahkan ke daerah,” ujar mantan Camat Puger ini kemarin.
Sementara, Bupati Jember MZA Djalal saat dikonfirmasi soal 34 warga Jember penghuni lokalisasi Dolly Surabaya paska penutupan kemarin, mengaku siap untuk menampung dan memberikan pelatihan bagi mereka.”Itu nanti akan ditangani oleh Dinas Sosial bentuk pelatihannya seperti apa,” ujarnya.
Namun yang jelas, Bupati mengaku tidak mempermasalahkan anggaran yang dibutuhkan untuk menampung mereka (34 orang eks Dolly).”Kita tidak kesulitan tentang anggaran. Nanti kita anggarkan berapa kebutuhan mereka untuk memberikan pelatihan,” ungkap Bupati Djalal yang juga mendukung upaya Pemkot dan Gubernur Jawa Timur untuk menutup lokalisasi yang sudah 40 tahun beroperasi. [dar,efi]

Keterangan Foto. File kasatpol pp sosialisasi

Tags: