Harga Mati, Berani Mati

Oleh :
Nifit S Gresky

Pasukan hijau melangkah pasti di garda depan
Tak gentar matahari membakar kulit dan tubuh kekarnya
Menjemput panggilan sang komandan
Melawan virus-virus menyerbu bumi pertiwi tercinta

Dulu perjuanganmu melawan kekejaman nan bengis peperangan
Pengorbanan darahmu demi sang merah putih berkibar di udara
Kini perjuanganmu memberantas virus-virus tak kasat mata bertebaran
Pengorbananmu diuji kedahsyatan corona merajalela

Prajurit-prajurit perkasa pilihan pun bertumbangan
Demi NKRI harga mati jaya membahana
Pasukan-pasukan berani mati, anak istri pun ditinggalkan
Demi menyongsong generasi emas melanglang buana, Indonesia jaya

Pasukan hijau menembus air bah mengamuk pada negeri
Ibu pertiwi tak kuasa mengalirkan bulir-bulir kesedihan
Memberontak, meneriakkan keculasan tangan-tangan jahil tak berarti
Lagi dan lagi prajurit-prajurit terlatih, beraksi melawan kemurkaan

Sampai kapan perjuangan, pengorbanan, pengabdian
engkau tanamkan di perut bumi pertiwi?
Sampai bumi pertiwi melahirkan generasi emas yang tangguh
dan berani mati menjaga NKRI harga mati

(Gresik, 2 Maret 2021)

Senja Merona Pulau Bawean

Nuansa indah senja merona pulau Bawean
Menawarkan keunikan dan kemolekan alam raya lokal
Noko selayar, laguna menawan,
bak hamparan hijau permadani
Rusa axis endemik, satwa langka cagar buana
Terlindung di penangkaran desa Pundakit Timur

Gemericik air terjuntai indah
Terbungkus air terjun Laccar
Raga menggigil beku tersiram tirta

Pantai Ria nan jernih tak tersentuh
Indah warna-warni ikan berlarian bebas
Malam gelap sunyi senyap
Mengheningkan kicauan burung terlelap

Danau Kastoba, wisata bahari
Tersembunyi diantara rimbunan pohon tua renta
Sayang seribu sayang tak terjamah
Diam seribu bahasa menunggu ikrar
pemangku jabatan

Pulau Gili melahirkan santri membangun negeri
Menelorkan ekowisata terumbu karang
Modal lokal belum tergali, tergerus modal asing berkedok kota industri

Pantai Kuburan Panjang
Batu nisan terjajar di pasir putih bersih nan suci
Kaya nilai historis desa Lebak Sangkapura

Kemasyhuran elokmu terkubur dalam
rasa, angan dan harapan

Wahai anak negeri,
Adakah hasratmu?
Adakah mimpimu?

Menebarkan aroma surgawi alam pulau Bawean

(Gresik, 22 Februari 2021)

Jepit Hati Seorang Ibu

Aku seorang ibu
Ingin menumpahklan segala kerisauan dan gundah
Ingin meuangkan segala beban batin yang menggunung
Ingin berteriak melampiaskan emosi jiwa tapi tak mampu

Ku tak tahu pada siapa, ku harus mengeluh
Ku tak kuat menahan nestapa dan derita sukmaku
Ku tak sanggup lagi dan ku tak berdaya
Ku tak tahu mengapa ini terjadi

Waktu terus bergulir dan tak berpihak padaku
Aku pun harus memilih dua pilihan
Buah hati atau tugas negara
Waktu berputar dan tak bersahabat denganku
Membimbing anak atau murid
Saat daring di rumah,
anak membutuhkan orang tua mendampingi
Saat mengajar daring di rumah,
Murid menungguku

Si kecil berebut daring dengan sang kakak
Netra tak mampu membendung bulir-bulir menganak sungai
Perih mengiris sanubari, dada pun terasa sesak
Dulu pegang telepon genggam dilarang,
Kini, handphone bagaikan makanan pokok
Kapan virus kecil tak kasat mata mnghilang dari bumi?
Kapankah semua ini berakhir, entahlah!

Corona, enyahlah!

(Gresik, 26 Juli 2020)

Kumerindu Senyum dan Candamu

Gejolak hati menggelitik kalbu
Kebijakan membelenggu rinduku
Melihat generasi penerus bangsa menimba ilmu
Canda, tawa dan lincah perilaku berlagu

Sedih menyelimuti relung hati
Menatap pilu muridku berduka
tak bisa meraih ilmu yang berarti
peraturan sudah disepakati bersama

Wahai para pemilik kebijakan negeri
Masih adakah peluang keberuntungan
Mengais rezeki demi setitik kehidupan saat ini
Diantara virus-virus mematikan

Virus-virus mencekam segala penjuru kota
Menenggelamkan wahana kaum proletar
Yang tak mampu beli pulsa kuota
Sekedar belajar lewat luring dan daring

Segala cara dijalani, mengasah kemampuan teknologi
Tak peduli siang dan malam berganti
Melepas rindu menggebu melihat senyum bahagia
Generasi penerus cita-cita bangsa

(Gresik, 23 Juli 2020)

Munajat Cinta

Menyusuri garis kehidupan ketetapan Sang Maha Kuasa
Untaian zikir bertasbih tiada henti bergulir
Nelangsa hati terpendam dan terkubur
Andaikan kubisa menggapai angan, cita dan cinta
Jemari menggenggam erat tak kan pernah kulepas
Atmaku kaugelapkan dan kautenggelamkan
Terbius dan terhipnotis romansa kelabu

Cerita indah asmaraloka, panggung sandiwara dunia
Impian setiap insan melantunkan nada mengalunkan syair
Nabastala saksi bisu perilaku dan pitutur becik
Terdamparnya manusia-manusia yang merindukan mustajabah doa
Anugerah terindah Sang Ilahi Robbi, menggenangkan cinta di sanubari

(Gresik, 15 Februari 2021)

Tentang Penulis :
Nifit S Gresky adalah Nama Pena penulis yang lahir di Gresik, Nama asli adalah Nikmah Fitriani, Mulai berkecimpung di dunia literasi tahun 2017 dan menulis cerpen bareng dengan guru dan karyawan SMAN 1 Gresik, judul buku “Angen-Angen Nganti Kangen.” Tahun 2019 mengikuti pelatihan menulis cerpen dan karya yang ditulis dengan judul “Cinta di Lumpur Ikan” lolos seleksi dan dibukukan menjadi antologi berjudul ” Sepenggal kisah di kota industri” cetak Pebruari 2020 nama penerbit, Caraka Publishing dan bulan mei 2020 Nubar puisi bersama Lingkar sastra Kampus, judul buku “Manusia Puisi” Penerbit RFM Pramedia dan buku berjudul “KITA DARI KATA” Penerbit Bookies, bersama KRM (Komunitas rumah Menulis). “Suka Duka Mengajar Online (Covid 19)” dan “The corona (Covid 19)” keduanya dari penerbit Vamedia Publishing juga bareng KRM. Sedangkan buku solo berjudul “ASMARALOKA” alhamdulillah cetak bersamaan dengan Tahun baru Islam 1442 H, Penerbit Haura Publishing. Semua buku antologi dan solo ber-ISBN. Saat ini bergabung dengan FLP Gresik dan Jawa Timur dengan NRA : 037/D/013/020.

———- *** ———-

Rate this article!
Harga Mati, Berani Mati,5 / 5 ( 1votes )
Tags: