Memilih Pemimpin Otentik

Oleh:
Untung Dwiharjo
Peneliti Pada LAZNAS YDSF di Surabaya, Alumnus Fisip Unair

Masyarakat pada 9 Desember 2020 kembali mengikuti hajatan demokrasi. Berupa Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serempak di 270 wilayah di Indonesia. Rakyat akan mencoblos untuk memilih pemimpin mereka lima tahun yang akan datang. Tentunya dengan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat ketika mereka datang untuk mencoblos di bilik suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimana mereka terdaftar.

Pada saat di TPS masyarakat pemilih diharuskan memilih satu diantara pilihan calon pemimpin yang menurut mereka terbaik. Tapi akses informasi tentang profil calon yang akan memimpin mereka kadang tidak semua orang membaca baik itu lewat situs resmi KPUD atau media online atau media cetak. Karenanya kita perlu menelusuri rekam jejak calon pemimpin daerah yang akan kita pilih serta kriteria pemimpin yang pas menurut pendapat kita sebagai pemilih.

Memilih Pemimpin Otentik

Dalam pilkada 9 Desember 2020 ini para pemilih dengan alternatif-alternatif pilihan calon Kepla daerah di mana pemilih berada. Satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemilih adalah memilih pemimpin daerah yang otentik. Apa itu pemimpin Otentik? Pemimpin otentik secara sederhana didefinisikan sebagai pemimpin yang asli. Artinya perilakunya tidak dibuat-dibuat atau pencitraan. Menurut Kernis (2003) mendefinisikan perilaku otentik berarti bertindak sesuai dengan nilai-nilai seseorang, preferensi dan kebutuhan sebagai lawan dari bertindak hanya untuk hanya untuk menyenangkan orang lain atau untuk mencapai hadiah atau menghindari hukuman melalui “akting palsu”. Lebih jauh dijelaskan Kernis bahwa pemimpin otentik sebagai pemimpin yang menyadari bagaimana mereka berpikir dan berperilaku dan dianggap oleh orang lain sebagai sadar pada diri sendiri dan berperilaku dan dianggap oleh orang lain sebagai sadar pada diri sendiri dan pada perspektif nilai-nilai orang lain, memiliki kekuatan moral, menyadari konteks dan percaya diri, penuh harapan, optimis, tangguh dan karakter moral yang tinggi.

Dari definisi yang dikemukakan Kernis (2003) kita sebagai pemilih bisa belajar untuk memilih pemimpin daerah yang otentik. Dengan cara mengamati perbuatan, perkataan atau janji yang pernah di kemukakan pada masa calon pemimpin menjadi pejabat pada sebuah institusi. Jangan sampai kita tertipu dengan tampilan seorang calon kepala daerah ketika di atas panggung. Karena bisa jadi antara panggung depan (publik) dan belakang (privat) bisa saja berbeda. Di panggung depan mungkin seorang calon pemimpin menampilkan diri seorang yang merakyat, lugu dan apa adanya. Tapi baru setelah memimpin kita sebagai rakyatnya tahu watak sejatinya yang mungkin berkebalikan dari apa yang selama ini dicitrakan di masyarakat.

Oleh karena itu sebagai pemilih kita harus hati-hati betul dalam memilih pemimpin karena bisa jadi dialah nanti yang mempengaruhi kehidupan kita sebagai rakyat selama 5 tahun ke depan. Disinilah peran penting mata batin kita untuk menentukan mana kira-kira pemimpin daerah yang bisa membuat kehidupan kita menjadi lebih baik. Jangan tergoda dengan tawaran money politic yang hanya sesaat tapi bisa berakibat jangka panjang jika salah pilih.

Kriteria Ideal

Secara ideal kita bisa menyebutkan kriteria seorang pemimpin daerah khususnya dalam pilkada 9 Desember 2020 ini. Pertama, Akseptabilitas dimana seorang calon kepala daerah ia harus dicalonkan oleh rakyat melalui partai politik dalam proses yang transparan. Dalam artian calon kepala daerah bukanlah ujug-ujug dari partai atau elit partai yang mengdrop calon kepala daerah sehingga aspirasi dari masyarakat benar-benar diperhitungkan. Kedua,Kapabilitas, yaitu kemampuan kepala daerah dalam hal kepemimpinan, Pendidikan yang baik, serta telah mempunyai pengalaman politik yang panjang sehingga mengerti keadaan lapangan di masyarakat, serta mdmpunyai jaringan yang luas di semua kalangan masyarakat dari bawah sampai atas, serta kemampuan komunikasi politik yang baik. Ketiga, Integritas, dimana seorang calon kepala daerah harus bersih seperti melaporkan harta kekayaan secara reguler ke negara serta tidak pernah terlibat KKN (Korupsi, Kolusi dan nepotisme).

Kriteria ideal di atas apabila ada pada diri seseorang calon kepala daerah paling tidak kita bisa memiliki “rambu-rambu” untuk memilih calon kepala daerah yang unsur yang kurang bagus seminimal mungkin. Sehingga kita tidak menyesal kelak apabila memilih pemimpin yang memiliki keriteria di atas. Walaupun di tengah pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi godaan untuk menerima bagi-bagai amplop ( money politic) mungkin ada. Maka seharusnya kita sebagai pemilih cerdas bisa memilih mana calon pemimpin yang baik menurut kita. Sebaiknya kita dalam melihat calon kepala daerah juga kiranya perlu mengingat pepatah Jawa ojo gumunan ( jangan mudah kagum atau heran), ojo kagetan ( jangan mudah terkejut) sehingga kita tidak mudah silau dengan tampilan luar dari calon kepala daerah yang nantinya akan kita pilih.

Perlu Pendekatan Spiritual

Senyampang masih ada waktu kini saatnya kita berikhtiar memohon kepada Allah SWT untuk bisa diberi pilihan yang terbaik dalam memilih calon kepala daerah. Kiranya pendekatan ruhani (spiritual) perlu dikedepankan misalnya dengan melakukan shalat Istikarah sebelum pencoblosan sehingga diharapkan kita mendapatkan ilham dari “langit” tentang calon pemimpin kepala daerah yang akan kita pilih yang membuat kita menjadi semakin mantap. Ataukah Anda perlu memilih atau tidak memilih (tidak mencoblos dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 ini sehingga pilihan anda betul-betul sudah diperhitungkan dengan matang dan seksama terutama dengan jalan spiritual dengan pendekatan ruhani.

Pendekatan ini memberi kita wawasan yang luas di tengah gempuran insentif material yang mungkin ada dalam setiap hajatan politik di negeri ini. Sehingga kita tidak menyesal di kemudian hari karena kita berusaha berkomnikasi dengan yang kuasa untuk diberikan petunjuk untuk memilih calan kepala daerah untuk memimpin 5 tahun yang akan datang.

———– *** ————

Rate this article!
Memilih Pemimpin Otentik,5 / 5 ( 1votes )
Tags: