Ratusan Rumah Diperbaiki Pemkot Surabaya Lewat Dandan Omah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi penerima manfaat dan MBR yang mendapat bantuan, melalui Program Dandan Omah di Kelurahan Tandes, Kecamatan Tandes Kota Surabaya.

Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya saat ini telah melakukan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program Dandan Omah sebanyak 300 unit. Pada 2022 ini, pemkot memiliki target bisa memperbaiki rumah sebanyak 900 unit. “Program ini total yang kita kerjakan untuk tahun ini ada 900 unit, tapi yang sudah selesai sekitar 300 unit. Hari ini saya ingin bertemu dengan penerima manfaat, saya ingin tahu bahwa ketika rumah ini diperbaiki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, maka setelah itu yang menjaga dan meneruskan rumah ini adalah pemilik rumah tersebut,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kamis (11/8).

Menurut Wali Kota Eri, program Dandan Omah ini tidak hanya untuk memperbaiki rumah warga, tetapi juga harus memperbaiki pendapatan warga tersebut. Sebab, warga dinilai tidak bisa memperbaiki rumah karena belum mendapatkan pendapatan yang mencukupi.

“Berarti masuk MBR dan kita memberikan lapangan pekerjaan untuk berusaha, setelah itu dia ndandani (memperbaiki) sendiri. Tadi dari tiga keluarga, Alhamdulilah satu keluarga sudah bisa mendapatkan pekerjaan. Ada yang di pabrik dan anaknya sudah bekerja, akhirnya pendapatnya bisa mencapai Rp 8 juta untuk satu keluarga,” ungkap dia.

Ia menerangkan, untuk memberikan semangat kepada penerima manfaat, ia juga menempelkan stiker Dandan Omah di pintu rumah warga tersebut. “Filosofinya untuk memberikan semangat, bahwa rumah ini diperbaiki Pemkot Surabaya. Tapi ke depan, mereka bisa memperbaiki sendiri, dengan catatan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan dalam satu keluarga yang minimal Rp 4 juta,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan bahwa proses usulan Dandan Omah, bisa diusulkan oleh para Kader Surabaya Hebat (KSH) melalui Aplikasi Sayang Warga untuk diteruskan pada kelurahan setempat.

“Kita lakukan verifikasi bersama dengan Dinas Sosial (Dinsos), dan kelurahan. Lalu kita lakukan ranking, mana unit prioritas dari kelurahan tersebut. Misalnya, di kelurahan diprioritaskan untuk 6 atau 7 rumah, maka kita pilih urutan yang mengalami kerusakan paling parah,” kata Irvan.

Irvan menjelaskan, pengerjaan rumah prioritas adalah rumah bocor yang mengganggu aktivitas warga selama berada di dalam rumah. Kemudian, lantai rumah yang belum di keramik, rumah yang sering terendam genangan air hujan, hingga rumah yang tidak memiliki jamban/wc.

“Kemudian dinding yang masih dari kayu atau triplek, itu akan kita prioritaskan. Mulai, atap, lantai, dan dinding, serta kondisi jamban. Contoh hari ini Pak Dayat (penerima manfaat) tidak memiliki jamban dan itu menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan program Dandan Omah,” jelas dia.

Ia menambahkan, bahwa antrian program Dandan Omah tersebut telah mencapai 5 ribu usulan. Namun, pihaknya terus melakukan verifikasi berdasarkan prioritas kerusakan rumah. Sedangkan, bagi warga yang tidak didukung oleh Alas Hak (hak atas tanah), maka pihaknya tidak hanya mengandalkan APBD saja, tetapi juga Baznas Surabaya dan seluruh stakeholder lainnya.

“Artinya, jika tidak punya Alas Hak, kita prioritaskan menggunakan dana CSR. Selain itu, pada program Dandan Omah tahun 2023, kami menyediakan kuota sebanyak 2.800 unit yang harus diselesaikan,” imbuhnya.[iib.ca]

Tags: