Tipikor Polda Jatim Geledah Gedung Wismilak Terkait Dugaan Pemalsuan Akta Otentik dan TPPU

Penggeledahan oleh penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim di Gedung Graha Wismilak Surabaya, Senin (14/8).

Polda Jatim, Bhirawa.
Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penggeledahan di Gedung Graha Wismilak Jl Raya Darmo, Surabaya, Senin (14/8). Penggeledahan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan pemalsuan akta otentik dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto menjelaskan, sejak pukul 09.00 WIB petugas dari Subdit Tipikor Polda Jatim melakukan serangkaian kegiatan tindakan penggeledahan. Yaitu terhadap objek tanah dan bangunan eks Makopolres Surabaya Selatan yang saat ini dikuasai oleh Wismilak.

“Yang menjadi dasar upaya penggeledahan dan penyitaan ini adalah telah ditemukan dan adanya laporan terkait dugaan pemalsuan akta otentik penguasaan tanah dan bangunan yang dulunya Kantor Polisi Istimewa jadi Gedung Wismilak,” kata Kombes Pol Dirmanto.

Dirmanto menambahkan, ada tiga objek penggeledahan, yakni Perusahaan Gelora Jaya, Bumi Inti Makmur dan PT Wismilak Inti Makmur. Selain itu, aparat memasang police line dan plang penyitaan atas objek tanah dan bangunan yang berada di Jalan Darmo Nomor 36-38 Surabaya itu.

“Informasi kami terima dari penyidik, langsung disita karena ada izin Pengadilan. Soal bagaimana proses pindah tangan dari Makopolres Surabaya Selatan jadi Wismilak akan disampaikan lebih lanjut,” tambahnya.

Penyidik, sambung Dirmanto, sedang mendalami keterlibatan pejabat Pemerintahan dalam kasus dugaan tindak pidana koropsi dan pencucian uang Gedung Graha Wismilak Surabaya. “Keterlibatan pejabat Pemerintah masih didalami semuanya, siapa terlibat dan bagaimana orang-orang terlibat,” tegasnya.

Sementara itu, Public Relation Manager PT Wismilak Inti Makmur Tbk, Anastesya Ftaraya dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya membeli bangunan dari PT Gelora Djaja pada tahun 1993 secara sah dengan status sertifikat Hak Guna Bangunan.

“Ini sesuai dengan mekanisme hukum dan perundang-undangan berlaku,” ucapnya.

Tesya menuturkan, Gedung Graha Wismilak sudah digunakan sebagai kantor operasional perusahaan sejak 1993 hingga saat ini. Selama periode waktu tersebut tidak ada permasalahan hukum yang terjadi.

Meskipun adanya pemeriksaan dan menggeledahan, sambung Tesya, kegiatan operasional yang ada di perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pihaknya menegaskan Manajemen PT Wismilak Inti Makmur Tbk menyerahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukum.

“Permasalahan yang menyangkut pemeriksaan Gedung Grha Wismilak saat ini tengah ditangani oleh tim kuasa hukum PT Wismilak Inti Makmur Tbk,” pungkasnya. [Bed.gat]

Tags: